BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Rumah Kosong Saat Mudik? Simak 5 Tips Cegah Kebakaran dari Damkar Sukabumi

Kebakaran Akibat Korsleting Listrik Berawal Dari Hal Sepele
Rumah Kosong Saat Mudik? Simak 5 Tips Cegah Kebakaran dari Damkar Sukabumi
Foto Bersama Personel Posko VI Sukaraja Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi (Sumber : Istimewa)
KLIKSUKABUMI.COM – Tradisi mudik Lebaran merupakan momen yang dinanti, namun meninggalkan rumah dalam keadaan kosong seringkali memicu kekhawatiran, terutama risiko kebakaran. 

Menanggapi hal ini, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi melalui Posko VI Sukaraja membagikan panduan krusial bagi warga agar perjalanan pulang kampung tetap tenang dan aman.

Danton Posko VI Sukaraja, Ade Feri, menekankan bahwa musibah kebakaran di rumah kosong sering kali dipicu oleh hal-hal sepele yang kerap dianggap remeh. 

Menurutnya, arus pendek listrik atau korsleting tetap menjadi faktor dominan penyebab kebakaran di wilayah pemukiman.

"Pertama-tama, kami mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin. Mengingat mudik sudah menjadi kebiasaan kita, kami ingin berbagi tips aman agar kebahagiaan silaturahmi tidak berakhir dengan duka akibat musibah kebakaran," ujar Ade Feri pada, Kamis (26/3/2026).

Langkah Antisipasi Listrik: Cabut, Cek, dan Matikan

Ade menjelaskan bahwa langkah utama yang wajib dilakukan adalah memutus aliran listrik pada perangkat yang tidak digunakan. Perangkat dengan daya tinggi seperti mesin air, mesin cuci, magic com, hingga setrika harus benar-benar terlepas dari stop kontak.

"Titik-titik itulah yang biasanya membutuhkan arus tinggi. Jika dibiarkan menancap tanpa pengawasan, berpotensi menimbulkan titik panas yang bisa memicu api," jelasnya.

Bagi warga yang terpaksa meninggalkan alat elektronik tetap menyala, seperti kulkas atau freezer, Ade memberikan catatan khusus mengenai keamanan colokan. Ia mengingatkan agar memastikan posisi steker menancap dengan sempurna.

"Pastikan mantap, tidak goyang. Colokan yang longgar menyebabkan aliran arus tidak stabil, memicu kenaikan suhu, dan jejak panas yang berbahaya," tambahnya.

Meskipun banyak perangkat modern memiliki mode standby, Damkar menyarankan tindakan yang lebih ekstrem namun sangat efektif, yaitu mematikan aliran dari sumber pusat.

“Paling aman menurut saya adalah mematikan MCB (Miniature Circuit Breaker) yang berada di bawah KWh meter. Itu adalah saklar pemutus utama. Jika di-off-kan, otomatis tidak ada arus yang mengalir ke dalam rumah. Ini sangat aman," tegas Ade.

Jika pemilik rumah merasa perlu menyalakan lampu untuk alasan keamanan, ia menyarankan pemasangan secara selektif, misalnya hanya di area halaman depan atau belakang dengan memastikan instalasi kabel dalam kondisi prima.

Pentingnya Lapor Tetangga dan Pengurus Lingkungan

Selain teknis kelistrikan, faktor sosial juga memegang peranan kunci dalam menjaga keamanan lingkungan saat musim mudik. 

Sebelum mengunci pintu, warga sangat diimbau untuk melapor kepada RT, RW, atau tetangga yang tidak pulang kampung.

"Lapor ke RT/RW itu penting. Paling tidak, jika terjadi sesuatu, orang-orang terdekat bisa bereaksi cepat melapor ke kami di Posko Damkar setempat," tuturnya.

Menutup arahannya, Ade Feri berharap seluruh masyarakat Kabupaten Sukabumi dapat menikmati momen Lebaran dengan selamat dan tetap siaga. Ia menegaskan bahwa sebagian besar musibah sebenarnya bisa dicegah dengan ketelitian pemilik rumah sebelum berangkat.(FRA)



Editor : Fikri


Rumah Kosong Saat Mudik? Simak 5 Tips Cegah Kebakaran dari Damkar Sukabumi
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin