| Petugas Satlantas Polres Sukabumi Saat Mengatur Arus Lalin One Way di Simpang Ratu, Cibadak (29/3). (Sumber : Istimewa) |
Puluhan ribu kendaraan tercatat memadati jalur arteri menuju gerbang tol.
Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, mengungkapkan bahwa volume kendaraan yang melintas di wilayahnya, terutama di titik Exit Tol Parungkuda, mengalami peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan hari-hari sebelumnya.
"Alhamdulillah, hari ini adalah hari terakhir pelaksanaan kegiatan Operasi Ketupat yang dilanjutkan dengan KRYD. Tercatat kurang lebih 21.000 kendaraan yang melintas di wilayah hukum Polres Sukabumi, khususnya di Exit Tol Parungkuda," ujar AKBP Samian pada Minggu malam.
Guna mengantisipasi kemacetan total, pihak kepolisian telah melakukan rekayasa lalu lintas satu arah atau one way sebanyak dua kali di jalur utama. Langkah ini terbukti efektif mengurai penumpukan kendaraan, baik yang datang dari arah kawasan wisata maupun para pemudik.
"Kami melaksanakan rekayasa one way sebanyak dua kali, yakni pada pukul 17.00 WIB dan tadi pukul 20.00 WIB. Ini diambil untuk memperlancar arus dan memberikan prioritas pada lokasi yang padat, agar kendaraan dari Palabuhanratu, Warung Kiara, dan Sukabumi Kota bisa secepatnya masuk ke tol," jelas Samian.
Dari total 21.000 kendaraan tersebut, rincian data menunjukkan gabungan arus kendaraan yang masuk dan keluar Sukabumi, dengan sekitar 9.000 kendaraan tercatat bergerak masuk menuju jalur tol.
Meskipun infrastruktur di Kabupaten Sukabumi masih dalam proses pembangunan, AKBP Samian mengapresiasi keberadaan tol fungsional yang sangat membantu memecah kepadatan di jalan arteri. Keberadaan jalur ini berhasil memangkas jarak tempuh yang semestinya 13 km di jalan arteri menjadi hanya 5,6 km saja.
Selain memperpendek jarak, penggunaan tol fungsional ini juga berhasil memangkas sebanyak 15 titik hambatan jalan sehingga tidak terjadi stagnasi lalu lintas yang berarti di sepanjang jalur utama.
Meski Operasi KRYD resmi berakhir malam ini, Polres Sukabumi memastikan tidak akan langsung menarik seluruh anggotanya dari lapangan. Penebalan personel tetap dilakukan pada hari Senin besok untuk mengantisipasi sisa-sisa kepadatan masyarakat yang mungkin masih melakukan perjalanan.
Terkait status tol fungsional, AKBP Samian menyebutkan bahwa jalur tersebut telah ditutup pada pukul 17.30 WIB, namun ada kemungkinan untuk dibuka kembali jika situasi di lapangan kembali mendesak.
"Untuk besok akan dilihat bagaimana kepadatan arus lalu lintas. Jika arus balik masih dimungkinkan ada, kami akan berkoordinasi dengan pengelola tol untuk difungsikan kembali guna membantu kelancaran," pungkasnya.(FRA)
Editor : Fikri