| Lokasi Perumahan Elit di Gunung Karang, Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi (Sumber : Istimewa) |
Proyek raksasa ini menjadi sorotan tajam lantaran diduga belum mengantongi izin resmi serta mengancam keberadaan situs bebatuan purba yang bernilai sejarah tinggi.
Meskipun aktivitas pembukaan lahan (cut and fill) telah berlangsung sejak akhir tahun 2025, dokumen perizinan proyek ini ternyata masih gelap.
Lurah Limusnunggal, Dedi Supriadi, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini belum ada dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang terbit.
"Hanya mungkin dari segi perizinannya belum ada. Tidak tahu sih kalau misal memang mereka sendiri yang mengusulkan ke dinas terkait. Hanya sebatas hari ini terakhir saya konfirmasi itu di bulan Januari tetap masih belum ada," ujar Dedi, Senin (16/3/2026).
Selain masalah izin, pihak pengembang dituding tidak transparan. Alih-alih melakukan musyawarah secara terbuka, pihak perusahaan justru melakukan pendekatan door to door ke rumah warga untuk meminta persetujuan.
Ancaman Banjir dan Tersumbatnya Irigasi
Warga mengkhawatirkan alih fungsi lahan resapan air ini akan mendatangkan bencana banjir bagi pemukiman di sekitarnya. Saat ini saja, material tanah dari proyek tersebut dilaporkan telah mulai menyumbat saluran irigasi sawah milik warga.
"Kekhawatiran warga sejauh ini takut ada banjir karena berkurangnya daerah resapan air," tambah Dedi.
Sebagai bentuk kompensasi dan syarat perdamaian, warga sempat menuntut pihak pengembang untuk menghibahkan sebagian lahan guna dijadikan area pemakaman umum.
Alasan paling krusial di balik penolakan warga adalah keberadaan sebuah gua berisi bebatuan purba di kawasan Gunung Karang. Berdasarkan penelitian tim arkeolog Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Mei 2025, wilayah tersebut menyimpan bukti sejarah geologi yang luar biasa.
Ahli Prasejarah Masa Paleolitik dari BRIN, Jatmiko, menjelaskan bahwa batuan di gua tersebut merupakan hasil proses pengangkatan dasar laut yang terjadi jutaan tahun silam.
"Kalau menyangkut kronologi umur itu jelas sangat tua. Untuk karangnya itu sudah tua karena itu menyangkut proses pembentukan geologi pengangkatan jadi itu dari laut. Jaman terbentuknya itu lama sekali bisa jutaan tahun," jelas Jatmiko.
Posisi Situs Masih Misterius
Hingga kini, titik koordinat pasti situs purba tersebut dalam rencana pembangunan (site plan) pengembang belum diketahui secara jelas. Hal ini menambah kekhawatiran bahwa alat berat proyek bisa saja menghancurkan aset sejarah tersebut kapan saja.
"Kita juga belum tahu pasti karena kalau melihat sketsa atau gambar awal mula itu belum kelihatan di mana sih posisi situs itu," pungkas Dedi.(FRA)
Editor : Fikri