KLIKSUKABUMI.COM – Sebuah kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Sudirman, Kota Sukabumi, tepatnya di depan markas Denpom III Siliwangi dan Bank BSI pada Sabtu siang (14/3/2026).
Seorang pria dilaporkan terjatuh dari angkutan kota (angkot) hingga mengalami luka-luka di bagian kepala.
Insiden ini bermula saat korban menaiki angkot sembari membawa karangan bunga bekas berukuran besar. Karena dimensi barang bawaan yang tidak memungkinkan masuk ke dalam kabin, karangan bunga tersebut diletakkan di atap kendaraan.
Kronologi Kejadian
Menurut saksi mata di lokasi, posisi duduk korban diduga menjadi penyebab utama kecelakaan tersebut. Korban diduga ikut naik ke atap atau berpegangan di area luar kendaraan untuk menjaga karangan bunga miliknya.
"Dia bawa karangan bunga bekas di angkot, ditaruh di atas. Untuk korban sendiri duduk di mana saya kurang tahu, mungkin di atas, karena kalau di dalam tidak mungkin dia bisa jatuh," ujar Devi, salah seorang warga yang berada di lokasi kejadian.
Aksi Cepat Warga dan Kondisi Korban
Melihat korban tergeletak di aspal, warga sekitar segera memberikan pertolongan pertama. Korban diketahui mengalami luka robek di bagian belakang kepala hingga mengeluarkan darah, serta beberapa luka lecet di bagian punggung.
Devi, yang ikut membantu proses evakuasi, mengantarkan korban ke fasilitas terdekat untuk membersihkan luka-lukanya.
"Setelah itu saya langsung ikut menolong saja. Korban sempat bersihkan lukanya di toilet belakang, saya antar. Setelah cuci luka, korban sudah bisa melanjutkan perjalanan kembali naik angkot yang dia naiki sebelumnya," tambah Devi.
Meski sempat mengalami pendarahan di kepala, korban menolak untuk dibawa ke rumah sakit dan memilih untuk langsung melanjutkan perjalanannya menggunakan angkot yang sama.
Hingga berita ini diturunkan, identitas lengkap korban belum diketahui. Insiden ini menjadi pengingat bagi pengguna transportasi umum di Sukabumi agar tetap mengutamakan keselamatan dan tidak memaksakan membawa barang bawaan yang melebihi kapasitas kendaraan.(FRA)
Editor : Fikri