BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Prediksi Idul Fitri 2026: Hilal 1 Syawal 1447 H Berpotensi di Bawah Kriteria, Lebaran Jatuh 21 Maret?

Penentuan 1 Syawal Menunggu Sidang Isbat
KLIKSUKABUMI.COM – Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis data pengamatan hilal untuk penentuan awal Syawal 1447 H. 

Berdasarkan data teknis yang ada, terdapat potensi kuat bahwa bulan Ramadhan tahun ini akan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal).

Jika prediksi ini akurat, maka Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H kemungkinan besar akan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Dilansir dari laman resmi NU, berdasarkan hasil hitungan metode falak tahqiqi tadqiki ashri khas NU, konjungsi atau ijtimak bulan akan terjadi pada Kamis Kliwon, 19 Maret 2026, pukul 08:25:58 WIB. 

Meskipun hilal sudah berada di atas ufuk pada sore hari tersebut, posisinya dinilai belum memenuhi kriteria imkanur rukyah (kemungkinan hilal dapat terlihat).

Kondisi hilal di berbagai wilayah menunjukkan variasi yang signifikan. Di wilayah paling barat, tepatnya di Kota Sabang, Aceh, tinggi hilal tercatat sebesar 2 derajat 53 menit dengan elongasi 6 derajat 09 menit. 

Sementara itu, di wilayah paling timur seperti Merauke, Papua Selatan, tinggi hilal hanya mencapai 0 derajat 49 menit dengan elongasi 4 derajat 36 menit.
Khusus untuk titik Jakarta di Gedung PBNU, tinggi hilal terpantau di angka 1 derajat 43 menit 54 detik dengan posisi matahari terbenam pada 12 derajat selatan titik barat.

Data Pendukung dari BMKG

Senada dengan LF PBNU, data BMKG menunjukkan bahwa ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia pada 19 Maret 2026 masih berada di bawah ambang batas minimal terlihatnya hilal. 

Berdasarkan kriteria baru MABIMS, hilal dianggap bisa terlihat jika memiliki tinggi minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

Data BMKG menunjukkan tinggi hilal di Indonesia saat matahari terbenam hanya berkisar antara 0,91 derajat di Merauke hingga 3,13 derajat di Sabang. Selain itu, umur bulan saat matahari terbenam masih sangat muda, yakni berkisar antara 7,41 jam hingga 10,44 jam saja.

Lama hilal di atas ufuk juga terpantau sangat singkat, dengan durasi antara 5,6 menit di wilayah Papua hingga maksimal 15,66 menit di wilayah ujung barat Aceh.

Potensi Ramadhan 30 Hari (Istikmal)

Mengingat posisi hilal yang masih sangat rendah dan di bawah kriteria teknis untuk bisa dirukyah (dilihat), para ahli falak memprediksi bulan Ramadhan akan digenapkan menjadi 30 hari.

Dengan skenario ini, hari Kamis, 19 Maret 2026, akan tetap menjadi malam ke-30 Ramadhan. Hari Jumat, 20 Maret 2026, akan menjadi hari terakhir berpuasa, sehingga 1 Syawal 1447 H atau Hari Raya Idul Fitri diprediksi jatuh pada Sabtu Pahing, 21 Maret 2026.

Menunggu Keputusan Sidang Isbat

Meskipun data hisab (perhitungan) sudah memberikan gambaran yang jelas, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menunggu pengumuman resmi dari pemerintah.

Kepastian awal Syawal 1447 H tetap akan didasarkan pada hasil Rukyatul Hilal (pemantauan langsung) di lapangan yang kemudian akan disahkan melalui Sidang Isbat oleh Kementerian Agama pada Kamis (19/3/2026) malam.(FRA)



Editor : Fikri

Prediksi Idul Fitri 2026: Hilal 1 Syawal 1447 H Berpotensi di Bawah Kriteria, Lebaran Jatuh 21 Maret?
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin