KLIKSUKABUMI.COM – Peristiwa tragis menimpa seorang pemuda asal Kampung Cikanyere, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi.
Korban bernama Riyan Hidayat (24) ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Cibuaya pada Rabu (11/3/2026) malam.
Korban diketahui sedang melakukan aktivitas menembak ikan di laut saat kecelakaan terjadi. Setelah dilakukan pencarian intensif oleh warga sekitar, jasad Riyan akhirnya ditemukan sekitar pukul 21.30 WIB di dasar laut, tak jauh dari lokasi awal ia diduga terjatuh.
Kesaksian Warga di Lokasi Kejadian
Surya (32), warga Kampung Batunamprak yang turut mengevakuasi jasad korban, menceritakan detik-detik sebelum penemuan.
Ia mengaku awalnya tidak menyadari ada orang yang tenggelam karena kondisi di sekitar pantai cukup ramai oleh aktivitas warga yang menyelam.
“Awalnya saya juga sudah pulang dari menyelam. Tadi banyak juga anak-anak yang menyelam. Saya sempat kembali lagi ke air karena melihat ada kepiting di bawah batu,” kata Surya saat diwawancarai.
Surya sempat mendengar suara samar yang mencurigakan saat ia berada di permukaan air, namun ia tidak menyangka itu adalah suara korban yang sedang dalam bahaya.
“Waktu saya naik ke permukaan, ada suara seperti orang bilang berteriak tapi tidak jelas apakah itu minta tolong atau bukan. Saya kira hanya orang yang sedang ngobrol di sekitar pantai,” ujarnya.
Penemuan Sepatu Robek dan Jasad di Kedalaman 3 Meter
Meski kondisi air laut sangat dingin, rasa penasaran dan kekhawatiran warga membuat mereka memutuskan untuk kembali menyisir area karang.
“Sebenarnya saya sudah malas turun lagi karena air sudah dingin sekali, tapi karena warga penasaran akhirnya kita menyisir lagi dari yang paling dangkal,” jelas Surya.
Petunjuk mulai muncul saat Surya menemukan sepasang sepatu warna hitam dengan bagian depan yang robek di area batu karang. Sepatu tersebut diduga kuat milik korban yang terlepas saat mencoba menyelamatkan diri.
“Kita menemukan sepatu di dekat batu besar. Dugaan saya korban kaget atau terpeleset dari batu, lalu panik dan berontak sampai sepatunya terlepas,” katanya.
Surya kemudian memberanikan diri menggunakan sepatu katak untuk menyelam lebih jauh ke arah tengah laut. Di sanalah ia menemukan posisi korban.
“Pas saya menyisir di bagian tengah, akhirnya saya melihat korban sudah tergeletak di dasar laut, dekat batu. Jaraknya sekitar tujuh meter dari batu dan sekitar tiga meter kedalaman air,” ungkapnya.
Posisi korban diperkirakan berada sekitar 15 meter dari bibir pantai. Diduga kuat, Riyan terpeleset dari atas batu karang atau mengalami panik saat berada di lokasi yang cukup dalam.
Setelah ditemukan, jasad korban segera dievakuasi oleh warga ke daratan untuk ditangani oleh pihak terkait.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya di wilayah pesisir Sukabumi, agar lebih waspada saat beraktivitas di laut pada malam hari, mengingat risiko medan karang yang licin dan kondisi cuaca yang ekstrem.(FRA)
Editor : Fikri