Dalam keterangannya, Budi menekankan bahwa Muhibah Ramadan merupakan momentum strategis untuk menyatukan tiga pilar utama pembangunan, yakni Ulama, Umaro (pemerintah), dan Umat.
“Muhibah ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga forum krusial untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. DPRD sangat mendukung pola komunikasi terbuka seperti ini,” ujar Budi.
Menurut Budi, kehadiran pimpinan daerah secara langsung di tengah masyarakat memiliki dampak psikologis yang positif terhadap stabilitas daerah. “Kehadiran langsung pimpinan daerah memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah. Hal ini penting agar program pembangunan dapat berjalan beriringan dengan dukungan rakyat,” tegasnya.
Budi Azhar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi menyukseskan agenda pembangunan daerah. Ia berharap Kabupaten Sukabumi mampu memberikan kontribusi signifikan di tingkat nasional melalui semangat kebersamaan.
“Sinergi, doa, dan kerja nyata menjadi kunci mewujudkan Sukabumi Mubarakah. Kita ingin Sukabumi tidak hanya kuat secara lokal, tetapi juga berkontribusi bagi pembangunan nasional,” pungkasnya.
