BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Inovasi Ramadan, MI Raudlatul Walid Padukan Makan Bergizi Gratis dengan Tradisi Buka Bersama

KLIKSUKABUMI.COM – Suasana hangat menyelimuti MI Raudlatul Walid, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh pada Ramadan kali ini. 

Sebanyak 156 siswa dan guru berkumpul untuk merayakan kebersamaan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikemas unik dalam bentuk buka puasa bersama.

Langkah ini diambil oleh Satuan Pelayanan Pemberian Gizi (SPPG) Karamat sebagai upaya menjaga efektivitas program nasional selama bulan suci. Strategi ini memastikan anak-anak tetap mendapatkan asupan gizi optimal meski sedang menjalankan ibadah puasa.

Menu Nasi Biryani dan Sistem Prasmanan

Berbeda dari menu sekolah harian yang biasanya sederhana, kali ini SPPG Karamat menyuguhkan hidangan spesial berupa Nasi Biryani. Menu tersebut dilengkapi dengan ayam bakar, acar segar, serta sop buah sebagai takjil. 

Tidak hanya menu yang istimewa, sistem penyajiannya pun diubah menjadi prasmanan.

Kepala SPPG Karamat Kecamatan Gunungpuyuh, Didi Ahyadi, menjelaskan bahwa fleksibilitas ini telah sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) yang berlaku.

"Di Juknis diperbolehkan mengadakan buka bersama dengan program MBG. Kebetulan lokasi kami dekat dengan dapur produksi, sehingga koordinasi lancar dan kualitas makanan tetap terjaga," ujar Didi.

Didi menambahkan bahwa sistem prasmanan sengaja dipilih untuk melatih kemandirian siswa. "Anak-anak mengambil menunya sendiri untuk melatih kemandirian, namun tetap dalam pengawasan petugas agar porsi yang diambil sesuai standar kecukupan gizi," imbuhnya.

Aspirasi Orang Tua: Fokus pada Kualitas Gizi

Meski kegiatan berlangsung meriah dan setiap siswa mendapatkan paket parsel, sistem prasmanan dan komposisi menu menuai catatan konstruktif dari para orang tua murid.

Elis, salah satu orang tua siswa kelas 1, menilai sistem prasmanan cukup menantang bagi anak usia dini.

"Kalau untuk prasmanan sesekali bagus, tapi menurut saya lebih efektif jika dibagi langsung seperti biasanya agar lebih tertib. Untuk anak-anak kelas kecil agak riweuh (repot) kalau ambil sendiri," tutur Elis.

Selain teknis pembagian, Elis juga menitipkan harapan terkait peningkatan kualitas gizi, khususnya pemberian susu yang dianggap lebih krusial bagi pertumbuhan anak dibandingkan porsi buah yang kecil.

"Harapannya ke depan kualitas gizinya lebih bagus lagi. Kalau bisa susu ada setiap hari karena bagus untuk perkembangan anak-anak. Kadang susu tidak ada, buah pun cuma lengkeng lima biji. Lebih baik susu daripada buah yang porsinya sedikit," pungkasnya.

Program ini diharapkan terus bertransformasi menjadi lebih baik, menyelaraskan antara kebutuhan gizi anak dengan kenyamanan teknis di lapangan.(FRA)



Editor : Fikri


Inovasi Ramadan, MI Raudlatul Walid Padukan Makan Bergizi Gratis dengan Tradisi Buka Bersama
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin