KLIKSUKABUMI.COM – Dunia hari ini, 8 Maret 2026, serentak memperingati Hari Perempuan Internasional (IWD). Peringatan tahun ini menjadi tonggak sejarah yang sangat spesial karena menandai 115 tahun gerakan perempuan dunia sejak pertama kali dideklarasikan pada tahun 1911.
Lebih dari sekadar perayaan tahunan, momentum ini menjadi seruan bertindak (call to action) bagi komunitas global untuk mempercepat terciptanya keadilan bagi perempuan di seluruh lini kehidupan.
Tema IWD 2026: Fokus pada Hak dan Keadilan Nyata
Tahun ini, UN Women menetapkan tema resmi yang sangat krusial: “Rights. Justice. Action. For ALL Women and Girls.” Pemilihan tema ini bukan tanpa alasan. Data global menunjukkan fakta pahit bahwa perempuan saat ini hanya memiliki sekitar 64 persen dari hak hukum yang dinikmati oleh laki-laki. Terdapat empat pilar utama yang diusung dalam tema 2026:
- Hak Hukum: Memastikan perlindungan dari diskriminasi kerja, kepemilikan aset, dan keamanan pribadi.
- Akses Keadilan: Menuntut sistem hukum yang responsif terhadap penyintas kekerasan dan bebas bias gender.
- Aksi Nyata: Langkah praktis seperti peningkatan anggaran pendidikan anak perempuan dan penghapusan pernikahan anak.
- Penghapusan Hambatan Struktural: Mendorong partisipasi penuh perempuan dalam pengambilan keputusan di tingkat nasional maupun internasional.
Selain tema PBB, kampanye global bertajuk #GiveToGain juga digaungkan. Kampanye ini menekankan filosofi resiproksitas, di mana investasi yang diberikan kepada perempuan akan mendatangkan keuntungan kolektif bagi kemajuan seluruh masyarakat.
Kilas Balik: Dari Protes Buruh hingga Pengakuan PBB
Sejarah 8 Maret berakar kuat pada perjuangan hak sipil dan protes buruh perempuan di awal abad ke-20:
- 1908: Ribuan perempuan di AS berdemonstrasi menuntut jam kerja pendek dan upah layak.
- 1910: Konferensi perempuan internasional di Kopenhagen mengusulkan adanya hari khusus global.
- 1911: Peringatan resmi pertama digelar di Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss.
- 1977: PBB secara permanen menetapkan 8 Maret sebagai hari untuk hak perempuan dan perdamaian internasional.
Fokus di Indonesia: Integrasi Gender dan Implementasi UU TPKS
Di tanah air, peringatan IWD 2026 difokuskan pada integrasi perspektif gender ke dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menyoroti beberapa isu kritis yang menjadi prioritas pemerintah:
- Pemberdayaan Ekonomi: Pengentasan kemiskinan melalui penguatan UMKM perempuan dan perlindungan pekerja migran.
- Kesehatan & Pendidikan: Penurunan angka kematian ibu dan pemerataan literasi digital di daerah terpencil.
- Kepastian Hukum: Penguatan implementasi UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) untuk menghapus budaya impunitas bagi pelaku kekerasan.
Pemerintah menegaskan bahwa komitmen ini selaras dengan pilar pembangunan Asta Cita, yang berfokus pada penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang inklusif dan responsif gender guna mewujudkan visi Indonesia Maju.(FRA)
Editor : Fikri
