KLIKSUKABUMI.COM – Industri perfilman Indonesia mencatatkan sejarah baru pada momen libur Lebaran tahun ini. Mahakarya Pictures resmi merilis "Pelangi di Mars", sebuah film bergenre Science Fiction (Sci-Fi) karya sutradara Upie Guava yang digadang-gadang sebagai tonggak inovasi sinema anak bangsa.
Bukan sekadar tontonan liburan biasa, film ini hadir dengan teknologi mutakhir dan misi edukasi yang kuat. Mengambil latar masa depan, "Pelangi di Mars" berhasil menarik perhatian orang tua yang mencari alternatif hiburan berkualitas bagi anak-anak mereka.
Salah satu penonton asal Bandung, Dwi Itami (36), mengungkapkan kekagumannya usai menyaksikan pemutaran film tersebut di Sukabumi bersama keluarganya pada Rabu (18/3/2026). Ia menilai film ini sukses menyelipkan istilah ilmiah dengan cara yang menyenangkan.
"Filmnya bagus banget sih. Menurut saya sangat mengedukasi ya. Mulai dari ada kata-kata beberapa yang sangat ilmiah gitu, maksudnya kayak korosi itu apa. Pasti anak saya juga itu tuh adalah suatu vocab yang baru gitu untuk anak-anak. Sangat mendidik sekali dan memang membangun rasa kita untuk cinta bumi sih," ujar Dwi.
Meski mengangkat tema teknologi tinggi, alur cerita tetap dijaga agar konsisten dan ramah bagi penonton cilik. Dwi menambahkan bahwa anak-anaknya tidak merasa bingung mengikuti transisi ceritanya.
"Alur cerita bagus sih, cukup. Maksudnya sesuai gitu sama yang dari awal sampai akhir tuh enggak ada yang miss-miss gitu. Mudah dimengerti untuk anak-anak ya. Mereka juga tadi 'Wah seru!' setelah selesai nonton itu," tambahnya.
Inovasi Virtual Reality (VR) Pertama di Animasi Indonesia
"Pelangi di Mars" menjadi sorotan karena merupakan film animasi Indonesia pertama yang memanfaatkan teknologi Virtual Reality (VR) secara masif dalam proses produksinya.
Kualitas visualnya bahkan dinilai mampu bersaing dengan produksi mancanegara.
"Saya penasaran karena ini kan film karya orang Indonesia yang memang menggunakan VR. Memang bagus sih, enggak nyangka juga orang Indonesia bisa bikin kayak gini. Bagus, bisa menyaingi film-film luar negeri," ungkap Dwi dengan bangga.
Selain visual yang memukau, aspek teknis seperti pencahayaan dan pergerakan gambar juga dirancang khusus agar aman untuk mata anak-anak. Tidak ada efek visual yang terlalu tajam atau mengejutkan (jump scare), sehingga nyaman dinikmati seluruh anggota keluarga.
Dedikasi 6 Tahun untuk Kebangkitan Animasi Nasional
Keberhasilan film ini tidak diraih secara instan. Proyek ambisius ini melibatkan ratusan kreator lokal—mulai dari animator hingga VFX artist—yang mendedikasikan waktu hampir enam tahun untuk menyelesaikannya.
Film ini juga menjadi panggung apresiasi bagi para voice actor dan body actor yang memberikan nyawa pada setiap karakter.
Lewat "Pelangi di Mars", Mahakarya Pictures membuktikan bahwa imajinasi dan teknologi anak bangsa mampu menembus batas galaksi sekaligus menjadi standar baru bagi industri filmmaking nasional.(FRA)
Editor : Fikri