KLIKSUKABUMI.COM – Menjelang libur Lebaran 1447 H, warga dan pedagang di sekitar objek wisata Geyser Cipanas Cisolok, Kabupaten Sukabumi, terpaksa mengambil langkah mandiri.
Akibat akses jalan utama yang rusak parah selama setahun terakhir tanpa perbaikan dari pemerintah, warga melakukan aksi "nyaeur jalan" atau menambal lubang secara swadaya.
Aksi gotong royong ini telah berlangsung sejak Sabtu (14/3/2026), memprioritaskan ruas Cisolok–Cipanas sepanjang 500 meter di Kilometer 2, Kampung Gunung Geulis.
Langkah ini diambil demi menjamin keselamatan pengendara dan memastikan arus wisatawan saat mudik nanti tetap lancar.
Abaikan Usulan Sejak 2025
Kerusakan jalan ini disinyalir telah lama dikeluhkan namun tak kunjung mendapat respon dari pihak terkait. Yusuf Supriadi, salah seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa masyarakat sebenarnya telah melayangkan permohonan resmi kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) sejak Agustus 2025.
"Ini murni inisiatif warga karena banyak yang mengeluh. Sudah sering terjadi pengendara motor jatuh di sini. Mobil pun kadang kesulitan menanjak karena aspalnya sudah hancur," ujar Yusuf, Selasa (17/3/2026).
Untuk mendanai perbaikan tersebut, warga melakukan tradisi rereongan atau patungan dana. Uang yang terkumpul digunakan untuk membeli material seperti semen, pasir, hingga batu beskos.
Beberapa tokoh masyarakat bahkan menyumbangkan material secara pribadi demi mempercepat proses penambalan.
Ancaman bagi Ekonomi dan PAD
Geyser Cisolok bukan sekadar tempat pemandian air panas biasa; ini adalah satu-satunya geyser alami di Indonesia. Namun, buruknya infrastruktur dianggap sebagai penghambat potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mencekik ekonomi warga lokal.
Yusuf menambahkan bahwa kondisi jalan yang hancur memicu efek domino bagi para pedagang di kawasan wisata.
"Kalau aksesnya rusak, wisatawan jadi enggan datang. Jika pengunjung sepi, otomatis pendapatan para pedagang di kawasan Geyser ikut menurun drastis," tambahnya.
Warga berharap aksi swadaya ini menjadi teguran keras bagi Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Masyarakat meminta pemerintah tidak "menganaktirikan" aset wisata berharga ini dan segera melakukan perbaikan permanen.
"Harapan kami, pemerintah lebih memperhatikan infrastruktur di sini. Geyser ini aset besar Sukabumi, jangan sampai terbengkalai hanya karena akses jalan yang tidak memadai," pungkas Yusuf.(FRA)
Editor : Fikri