BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Penemuan Jenazah Penjaga Sekolah di Sukabumi, Surat Wasiat Ungkap Dugaan Bullying oleh Oknum Guru

Surat Wasiat Ditemukan di Genggaman Jasad Korban


Berita ini disajikan semata-mata untuk kepentingan informasi publik. Kami tidak bermaksud menginspirasi atau membenarkan tindakan mengakhiri hidup. Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami tekanan batin, depresi, atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi layanan kesehatan mental, psikolog, atau pusat bantuan terdekat. Anda tidak sendirian.

KLIKSUKABUMI.COM – Warga Kampung Cikoneng, Desa Ubrug, Kabupaten Sukabumi, digegerkan oleh penemuan jenazah seorang pria berinisial D (48) yang tewas tergantung di area belakang SDN 1 Sentral pada Minggu (1/2/2026). Kasus ini menjadi sorotan setelah ditemukannya secarik kertas di genggaman tangan korban yang diduga berisi curahan hati terkait perundungan (bullying).

​Jenazah korban pertama kali diketahui sekitar pukul 13.00 WIB. Penemuan ini bermula dari laporan seorang pengendara motor misterius yang melintas di depan sekolah.

​Ketua RT setempat, Asep, mengonfirmasi bahwa warga awalnya tidak menyadari kejadian tersebut hingga ada laporan dari pengguna jalan.

​“Warga tahunya sudah dalam posisi tergantung. Ada saksi yang lewat lalu menengok dan melihat korban, kemudian langsung lapor ke warga. Saya sendiri tidak berani langsung melihat ke lokasi, saya kabari warga lain dulu baru kemudian kami cek bersama,” ujar Asep, Senin (2/2/2026).


​Isi Surat Wasiat yang Beredar

​Pihak kepolisian menemukan kertas sepanjang satu setengah halaman di tangan kiri korban saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Meski telah diamankan petugas, isi tulisan tangan tersebut sempat beredar di pesan singkat WhatsApp warga.

​Dalam surat tersebut, korban yang merupakan warga asal Kecamatan Malangbong, Garut, mengungkapkan rasa sakit hatinya. Ia diduga menjadi korban perundungan dan secara spesifik menyebutkan beberapa nama oknum guru yang baru saja diangkat menjadi ASN PPPK di sekolah tersebut.

​Kapolsek Warungkiara, AKP Panji Setiaji, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya sedang mendalami motif di balik tindakan nekat korban.

​“Sesosok mayat laki-laki tersebut pertama kali ditemukan warga setelah menerima laporan dari pengendara sepeda motor yang tidak diketahui identitasnya,” ungkap AKP Panji.

​Rencananya, jenazah D akan segera dipulangkan ke kampung halamannya di Garut untuk dimakamkan. 

Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kebenaran tuduhan perundungan yang tertulis dalam surat wasiat tersebut.(FRA)


Penemuan Jenazah Penjaga Sekolah di Sukabumi, Surat Wasiat Ungkap Dugaan Bullying oleh Oknum Guru
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin