BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Wamenlu Anis Matta Ungkap Rencana Hadapi Geopolitik Dunia, Indonesia dalam Survival Mode

Indonesia di tengah ketidakpastian global yang kian memanas

KLIKSUKABUMI.COM – Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI, Anis Matta, menegaskan bahwa Indonesia kini tengah menerapkan strategi "Survival Mode" di tengah ketidakpastian global yang kian memanas. Pernyataan ini disampaikan dalam diskusi geopolitik bertajuk Ambassador Talk di Universitas Nusa Putra, Sukabumi.

Menurut Anis, langkah ini merupakan pengejawantahan dari visi Presiden Prabowo Subianto yang melihat dunia saat ini berada di ambang konflik besar yang mengkhawatirkan.

Anis Matta menjelaskan bahwa pemerintah memprioritaskan keselamatan bangsa agar tidak terseret ke dalam dampak buruk persaingan negara-negara besar.

"Potensi perangnya jauh lebih besar daripada potensi damainya. Karena itu, yang dipikirkan pemerintah pertama kali adalah bagaimana kita bisa tetap bertahan melalui survival mode agar tidak menjadi collateral damage dari pertarungan negara adidaya," tegas Anis.

Meski menggunakan mode bertahan, Anis menggarisbawahi bahwa Indonesia tidak bersikap pasif. Sebaliknya, Indonesia justru semakin agresif di kancah internasional, termasuk dalam konsistensi menyuarakan isu Palestina dan aktif dalam forum-forum strategis dunia.

Tujuannya jelas, Indonesia harus menjadi subjek yang ikut menentukan arah sejarah, bukan sekadar penonton di pinggir lapangan," ungkap Anis.

Pesan untuk Mahasiswa: Geopolitik Adalah Isu Domestik

Di hadapan ribuan mahasiswa—termasuk 460 mahasiswa asing dari 80 negara—Anis Matta mengajak generasi muda untuk melek politik internasional. Ia menekankan bahwa pergeseran kekuatan dunia akan berdampak langsung pada stabilitas dalam negeri.

"Saya kira ini waktunya kita mengubah isu-isu geopolitik menjadi isu domestik yang kita perbincangkan sehari-hari, karena ini mempengaruhi seluruh kehidupan kita," ujarnya.

Rektor Universitas Nusa Putra, Dr. Kurniawan, menyambut baik kehadiran Wamenlu. Menurutnya, perspektif global sangat krusial bagi mahasiswa, terutama di lingkungan kampus yang memiliki keragaman internasional tinggi.

"Kehadiran Wamenlu sangat tepat untuk memberikan inspirasi bagi anak muda, terutama dengan adanya mahasiswa kami yang berasal dari 86 negara berbeda, ini memberikan perspektif yang nyata," pungkas Kurniawan.(FRA)
Wamenlu Anis Matta Ungkap Rencana Hadapi Geopolitik Dunia, Indonesia dalam Survival Mode
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin