BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Kisah Sukses Petani di Cicurug Ubah Nasib Sawah dengan Organik

KLIKSUKABUMI.COM – Krisis iklim saat ini kian memperberat beban lahan pertanian yang telah jenuh akibat penggunaan pupuk dan pestisida kimia selama bertahun-tahun. 

Namun, di tengah ancaman penurunan kesuburan tanah tersebut, sebuah optimisme baru muncul dari hamparan sawah di Kampung Cipari, Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.


​Kelompok tani Indonesia Wahana Agrikultur Natural (IWAN) berhasil membuktikan bahwa beralih ke metode alami bukan hanya soal menjaga lingkungan, tetapi juga strategi jitu untuk mendongkrak hasil panen. 


Mereka sukses memanen padi jenis Kebuli yang dikembangkan sepenuhnya dengan pupuk organik, di mana produktivitasnya melonjak hingga dua kali lipat dibandingkan metode konvensional.


​Gerakan perubahan ini dimotori oleh Gery Dwi Samudra (24), seorang petani milenial yang gigih mengampanyekan pertanian ramah lingkungan. Menurutnya, penggunaan pupuk organik memberikan dampak instan pada kekuatan tanaman.


​"Secara kualitas dan kuantitas jauh lebih baik. Yang paling terasa, tanaman jadi lebih kuat dan tidak mudah terserang hama dibandingkan saat masih pakai pupuk kimia," ujar Gery Selasa (6/1/2025).


​Keberhasilan ini tercermin nyata dari angka produksi. Di lahan seluas 1.000 meter persegi, hasil panen yang biasanya hanya mencapai 250 hingga 300 kilogram, kini melesat hingga 600 sampai 700 kilogram per musim. 


Selain kuantitas yang bertambah, waktu tanam pun terpangkas secara efisien, dari semula empat bulan menjadi hanya 3 bulan 10 hari.


​"Meski kondisi cuaca hujan terus seperti sekarang, tanaman tetap tumbuh optimal dan kualitasnya terjaga," tambahnya.


*​Memulihkan Ekosistem dan Kesehatan Tanah*

Pembina kelompok IWAN, Iwan Heryawan (63), menegaskan bahwa misi utama mereka adalah mengembalikan kesehatan tanah yang telah rusak akibat paparan bahan kimia jangka panjang. Ia menekankan pentingnya standarisasi dalam pemulihan lahan.


​"Gunakan pupuk organik yang sudah tersertifikasi. Tanah kita harus dinaikkan kualitasnya, dari pH 5–6 ke level ideal 7–9. Ini bukan hanya soal panen hari ini, tapi soal masa depan pertanian," ungkapnya.


​Pulihnya unsur hara tanah ini juga memicu kembalinya ekosistem sawah yang alami. Indikator kehidupan seperti belut dan mikroorganisme tanah yang sempat hilang kini mulai bermunculan kembali.


​Padi Kebuli yang dihasilkan pun diklaim lebih aman untuk kesehatan karena bebas dari residu bahan kimia sintetis. Iwan mengaku bangga atas peran generasi muda seperti Gery yang berani terjun langsung menjadi pelopor pertanian sehat.


​"Intinya, pangan yang dihasilkan harus sehat. Ketahanan pangan adalah kekuatan negara. Kalau tanahnya sehat dan petaninya cerdas, pangan kita akan kuat," pungkasnya. ( FRA)

Kisah Sukses Petani di Cicurug Ubah Nasib Sawah dengan Organik
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin