BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Cuaca Ekstrem Terjang Sukabumi: Jembatan Putus hingga 40 Hektar Sawah Terancam Kekeringan

BPBD Kabupaten Sukabumi Imbau Masyarakat Waspada
KLIKSUKABUMI.COM – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi selama dua hari terakhir memicu rentetan bencana alam di berbagai titik. 

Berdasarkan laporan Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Sukabumi, sejumlah infrastruktur dilaporkan rusak parah, mulai dari jembatan ambruk hingga saluran irigasi yang terputus.

Salah satu dampak paling parah terjadi di Kampung Kamandoran, Desa Karang Tengah, Kecamatan Cibadak pada Senin (19/1/2026). Sebuah jembatan sepanjang 30 meter roboh total akibat terjangan cuaca ekstrem.

Kejadian ini melumpuhkan akses alternatif warga dan jalur utama bagi anak-anak menuju sekolah. Robohnya jembatan memaksa warga mencari rute lain yang lebih jauh untuk beraktivitas sehari-hari.

Bencana tanah longsor juga melanda Kampung Limus Nunggal, Desa Cibentang, Kecamatan Gunungguruh. Longsoran sepanjang 10 meter tersebut menyebabkan Tembok Penahan Tanah (TPT) jebol dan memutus saluran air utama.

Akibatnya, sekitar 40 hektar lahan pertanian milik warga kini terancam tidak teraliri air. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan para petani akan mengalami gagal tanam akibat terhentinya pasokan irigasi.

BPBD Tingkatkan Status Waspada

Selain kerusakan infrastruktur, BPBD juga mencatat insiden pohon jati tumbang yang menutup akses jalan di Desa Sundawenang, Parungkuda, serta satu unit rumah roboh di Desa Bantarkalong, Warungkiara karena kondisi bangunan yang lapuk dan dipicu hujan deras.

Petugas Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menegaskan bahwa pihaknya saat ini tengah bersiaga penuh untuk memantau titik-titik rawan bencana.

"Kami terus melakukan pemantauan wilayah melalui koordinasi dengan P2BK di seluruh kecamatan serta mengamati titik rawan bencana melalui aplikasi InaRisk dan InaSafe BNPB. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat kelembaban udara yang cukup tinggi mencapai 96%," ujar Daeng Sutisna, Selasa (20/1/2026).

Hingga saat ini, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam seluruh rangkaian peristiwa tersebut. Personel di lapangan telah dikerahkan dengan peralatan lengkap, termasuk mesin chainsaw untuk pembersihan pohon tumbang dan pompa air guna penanganan darurat di lokasi terdampak.

Masyarakat diminta untuk segera melapor melalui saluran darurat jika melihat adanya tanda-tanda pergerakan tanah atau potensi pohon tumbang di lingkungan sekitar.(FRA)

Cuaca Ekstrem Terjang Sukabumi: Jembatan Putus hingga 40 Hektar Sawah Terancam Kekeringan
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin