BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Bukan Hafalan, Begini Cara Seorang Ibu di Sukabumi Didik Anak hingga Berprestasi di Tingkat Internasional

Anak sukses melaju ke babak final Southeast Asian Mathematical Olympiad X (SEAMO) 2026 di Bali.
KLIKSUKABUMI.COM – Prestasi membanggakan ditorehkan oleh Riza Kalandara Alfatih, bocah berusia lima tahun asal Kota Sukabumi. Siswa TK Global Islamic Bilingual School (GIBS) ini sukses melaju ke babak final ajang internasional Southeast Asian Mathematical Olympiad X (SEAMO) 2026 di Bali. 

Di balik kejeniusannya, sang ibu ternyata memiliki metode didik yang jauh dari kesan kaku. Rizky Noorrahmi (31), ibu dari Riza, menceritakan bahwa minat putranya pada angka sudah muncul sejak usia dua tahun. 

Namun, ia dan suaminya, Nur Ikhsan Azizudin, tidak memulainya dengan cara menghafal bentuk angka.

"Bapaknya sering mengenalkan konsep angka secara abstrak, melalui pola, urutan, dan hubungan sederhana dari sebuah jumlah. Saya kemudian membantu menjembatani konsep itu ke benda nyata dan aktivitas sehari-hari. Di titik itu, Riza sudah mengerti bagaimana angka-angka bekerja bahkan sebelum dia mengenal bentuk angka itu sendiri," ujar Rizky saat dihubungi pada Senin (19/1/2026).

Berbeda dengan pola asuh yang menuntut disiplin ketat, Rizky justru sangat menjaga kebebasan Riza. Di rumah, sebagian besar waktu Riza dihabiskan untuk bermain bebas menggunakan balok, kartu, atau benda sehari-hari yang memicu logika.

Keluarga ini sengaja tidak menerapkan jadwal belajar tetap. Rizky lebih memilih mengikuti minat dan kesiapan emosional sang anak.

"Kami sangat menahan diri untuk tidak terlalu menuntut. Fokus kami lebih ke menyediakan lingkungan yang aman untuk bertanya dan salah. Kami lebih memilih proses yang menyenangkan daripada memaksakan hasil, karena kami tidak ingin belajar identik dengan stres dan membuat anak bosan atau trauma," jelasnya.


Apresiasi Pemerintah dan Dukungan Sekolah

Keberhasilan Riza memahami persoalan matematika yang kompleks dan mempresentasikannya dengan percaya diri juga tak lepas dari peran sekolah. 

Guru di sekolah, Miss Nadia dan Mr. Rafqi, memberikan latihan rutin 10 menit setiap pulang sekolah tanpa paksaan.

Apresiasi tinggi datang dari Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana. Saat melepas keberangkatan Riza secara resmi di Balai Kota, Bobby menekankan pentingnya pembentukan karakter di balik prestasi akademik.

"Di usia 5 tahun, Ananda Riza sudah berani tampil di ajang internasional. Yang paling penting bukan sekadar prestasi akademik, melainkan proses pembelajaran, pembentukan karakter, dan keberaniannya," tutur Bobby Maulana, Jumat (16/01/2026).

Sebagai penutup, Rizky mengingatkan pentingnya orang tua untuk mengontrol ambisi pribadi agar tidak membebani tumbuh kembang anak.

"Hati-hati dengan ambisi yang menyamar sebagai dukungan. Anak dengan minat kuat bukan berarti harus dipacu terus. Tugas kita bukan mempercepat, tapi membersamai dan membimbing jalannya agar mereka siap menghadapi dunia," pungkas Rizky.(FRA)

Bukan Hafalan, Begini Cara Seorang Ibu di Sukabumi Didik Anak hingga Berprestasi di Tingkat Internasional
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin