KLIKSUKABUMI.COM – Pemerintah Kabupaten Sukabumi memperkenalkan cara unik bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk berkontribusi pada alam.
Melalui program inovatif bernama "Asjapbumi" atau ASN Jaga Planet Bumi, seluruh pegawai di lingkup Pemkab Sukabumi kini diimbau untuk melaksanakan penanaman pohon yang jadwalnya disesuaikan dengan tanggal lahir masing-masing ASN.
Bupati Sukabumi, Asep Japar, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk ikhtiar nyata dalam menjaga kondisi lingkungan agar tidak terdegradasi. Hal ini menjadi sangat krusial mengingat karakteristik wilayah Kabupaten Sukabumi memiliki kontur tanah yang cukup labil sehingga masuk dalam kategori daerah rawan bencana.
"Kami memiliki program Asjapbumi atau ASN Jaga Planet Bumi yang diimplementasikan melalui penanaman pohon," kata pria yang akrab disapa Asjap tersebut pada Senin (4/5/2026).
Dalam pelaksanaannya, setiap ASN diwajibkan menanam minimal satu bibit pohon dengan ketinggian paling sedikit 50 sentimeter. Asjap menjelaskan bahwa teknis pengadaan bibit sangat fleksibel, di mana ASN boleh membibitkan sendiri secara mandiri atau membelinya langsung ke pihak penyedia bibit.
Terkait lokasi penanaman, pemerintah memberikan keleluasaan agar program ini tidak menyulitkan pegawai. Bibit pohon tersebut bisa ditanam di pekarangan rumah pribadi, di lingkungan tempat bekerja, hingga di area lahan kritis atau kawasan rehabilitasi hutan dan lahan yang membutuhkan penghijauan kembali.
Jenis tanaman yang disarankan pun cukup beragam, mulai dari pohon kayu-kayuan seperti mahoni, sengon, gamelina, mani’i, suren, manglum, rasamala, dan jabon. Selain itu, ASN juga didorong menanam pohon serbaguna yang menghasilkan buah seperti alpukat, mangga, durian, jeruk, jengkol, petai, sirsak, hingga kopi.
Untuk menambah keindahan visual, jenis pohon estetik seperti tabebuya atau pucuk merah juga menjadi pilihan, sementara untuk wilayah pesisir disarankan menanam mangrove, cemara laut, dan ketapang.
Asjap sangat berharap program ini dapat bertransformasi menjadi agenda rutin yang mampu menjaga lingkungan dari kerusakan. Selain sebagai upaya konservasi, langkah ini diharapkan mampu menjadi sarana edukasi bagi masyarakat luas agar tergerak mencontoh aksi nyata yang dimulai dari kalangan aparatur negara.
"Insya Allah, dengan langkah strategis ini diharapkan kita bisa mencegah kerusakan lingkungan dan potensi bencana," pungkasnya.(FRA)
Editor : Fikri