BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Suara Inklusi dari Sukabumi, Puluhan Teman Tuli Simak Film 'Pesta Babi' dalam Nobar di Kawasan Capitol

Dengan dukungan teks terjemahan (subtitle) yang disediakan khusus
Suara Inklusi dari Sukabumi, Puluhan Teman Tuli Simak Film 'Pesta Babi' dalam Nobar di Kawasan Capitol
Ratusan Warga Berfoto Bersama dengan Komunitas Teman Tuli Setelah Nobar Film Dokumenter Pesta Babi di Kawasan Pertokoan Capitol, Kota Sukabumi (13/5). (Sumber : Kliksukabumi)
KLIKSUKABUMI.COM – Kawasan pertokoan Capitol, Jalan Mayawati, Kecamatan Cikole, mendadak ramai pada Rabu malam (13/5/2026). Ratusan warga Sukabumi memadati lokasi untuk menyaksikan pemutaran film dokumenter terbaru karya Watchdoc berjudul "Pesta Babi".

Menariknya, acara ini menjadi ruang inklusi bagi puluhan pemuda-pemudi disabilitas (Teman Tuli) yang hadir untuk menyuarakan solidaritas bagi Papua.

Kehadiran komunitas Teman Tuli memberikan warna tersendiri dalam acara nonton bareng (nobar) tersebut. Dengan dukungan teks terjemahan (subtitle) yang disediakan khusus, mereka dapat menyelami narasi tentang realitas sosial dan lingkungan di tanah Papua yang tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Regi (24), salah satu anggota komunitas Teman Tuli, mengungkapkan rasa harunya setelah menyaksikan film tersebut. Melalui penerjemah bahasa isyarat, ia menyebut film ini sebagai jendela untuk melihat realitas yang selama ini terpinggirkan.

"Perasaan aku terharu melihat orang-orang Papua yang masih jauh dari perhatian. Mereka tidak meminta kemewahan, mereka hanya ingin alamnya dijaga," ujar Regi saat ditemui di lokasi.

Regi menekankan pentingnya menjaga Papua sebagai paru-paru dunia. Ia juga menitipkan pesan kuat agar pemerintah memberikan perhatian yang setara antara eksploitasi sumber daya dan kesejahteraan manusianya.

"Kami ingin teman-teman di Papua merasakan keadilan seperti kita di Pulau Jawa. Hak dan suara mereka harus didengar, jangan cuma bicara, tapi buktikan keadilannya," tegasnya.

Inisiatif Nobar yang Inklusif

Penyelenggara acara, Edwin, menjelaskan bahwa aspek inklusivitas memang menjadi prioritas utama dalam pemutaran film kali ini. Ia memastikan pesan dalam dokumenter tersebut dapat sampai ke semua kalangan tanpa terkecuali.

"Saya meminta langsung kepada pihak Watchdoc agar disediakan subtitle bahasa Indonesia supaya Teman Tuli juga bisa ikut menikmati dan memahami pesannya," jelas Edwin.

Meskipun acara serupa sempat dikabarkan mendapat penolakan di beberapa daerah lain, Edwin bersyukur kegiatan di Sukabumi yang dihadiri lebih dari 200 orang ini berlangsung kondusif.

"Tujuannya murni ingin tahu isi dan pesan filmnya. Kami berusaha setertib mungkin agar tidak ditunggangi pihak tidak bertanggung jawab. Alhamdulillah, semua berjalan aman tanpa kendala dari aparat setempat," tambahnya.

Edukasi Geopolitik bagi Generasi Muda

Selain komunitas disabilitas, antusiasme juga datang dari masyarakat umum dan mahasiswa. Hendra, salah satu penonton, menilai dokumenter ini merupakan sarana belajar sejarah dan geopolitik yang sangat relevan dengan kondisi saat ini.

"Saya sangat apresiasi acara nobar ini. Film ini sangat menginspirasi, terutama bagi generasi muda. Kita harus belajar dari sejarah penjajahan masa lalu agar masalah geopolitik di Papua saat ini bisa diselesaikan dengan lebih baik," tutur Hendra.

Acara yang berakhir menjelang tengah malam ini ditutup dengan diskusi santai, mempertegas posisi warga Sukabumi dalam mendukung nilai-nilai kemanusiaan dan kelestarian lingkungan secara inklusif.(FRA)




Editor : Fikri


Suara Inklusi dari Sukabumi, Puluhan Teman Tuli Simak Film 'Pesta Babi' dalam Nobar di Kawasan Capitol
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin