BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Stok Pangan Sukabumi Aman, Bulog Cianjur Serap 4.000 Ton Gabah Petani Lokal

Target serapan sebesar 4 juta ton pada tahun 2026
Pemimpin Cabang Bulog Cianjur, Sri Wahyuni Saat Meninjau Stok di Kompleks Pergudangan Pasirhalang, Sukaraja, Kabupaten Sukabumi (8/5). (Sumber : Istimewa)
KLIKSUKABUMI.COM – Perum Bulog Kantor Cabang Cianjur memastikan ketahanan pangan di wilayah Sukabumi dan sekitarnya berada dalam kondisi yang sangat terjaga. 

Hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 4.000 ton gabah petani lokal telah berhasil diserap untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga stabilitas pasokan pangan di tingkat regional.

Pemimpin Cabang Bulog Cianjur, Sri Wahyuni, menjelaskan bahwa proses penyerapan ini telah dilakukan secara bertahap sejak Februari 2026 dan jumlah tersebut akan terus bertambah mengikuti dinamika masa panen di lapangan. 

Saat meninjau stok di Kompleks Pergudangan Pasirhalang, Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Sri Wahyuni menegaskan bahwa penyerapan gabah terus berjalan dengan stok yang ada saat ini mencapai sekitar 4.000 ton. 

Ia juga menambahkan bahwa pihak Bulog tidak mematok angka ideal secara kaku karena sangat bergantung pada hasil panen yang didapat langsung dari petani di lapangan.

Mengenai wilayah distribusi, Sri menekankan bahwa pengadaan gabah kini bersifat fleksibel sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres). Bulog tidak hanya terpaku pada satu wilayah saja, melainkan bersinergi secara nasional guna mengejar target serapan sebesar 4 juta ton pada tahun 2026. 

Untuk mendukung kelancaran distribusi di Sukabumi, Bulog mengoperasikan tiga gudang utama dan sepuluh gudang pilar sebagai kekuatan logistik. Jika stok di Gudang Pasirhalang Sukaraja menipis, gudang lain akan menjadi sistem pendukung untuk pemenuhan kebutuhan di Sukabumi sehingga seluruh fasilitas tetap bersinergi.

Selain memastikan jumlah stok mencukupi, Bulog juga memperketat pengawasan terhadap kualitas beras yang didistribusikan kepada masyarakat. Sri Wahyuni menjamin bahwa setiap beras yang keluar dari gudang telah melalui proses seleksi ketat sesuai ketentuan Badan Pangan Nasional (Bapanas). 

Beberapa standar wajib yang diterapkan meliputi kadar air maksimal 14 persen, butir patah atau broken maksimal 25 persen, serta butir hampa maksimal 2 persen.

"Kami pastikan kualitasnya bagus. Jika tidak memenuhi standar saat masuk, pasti kami tolak," tegas Sri pada Jumat (8/5/2026). 

Untuk mendukung standar kualitas tersebut, perawatan rutin terus dilakukan di seluruh area gudang. Tindakan preventif ini mencakup penyemprotan atau spraying, proses fumigasi untuk mencegah serangan kutu, hingga menjaga sanitasi saluran air agar lingkungan gudang tetap higienis dan bebas dari hama.(FRA)




Editor : Fikri


Stok Pangan Sukabumi Aman, Bulog Cianjur Serap 4.000 Ton Gabah Petani Lokal
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin