BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Rupiah Tembus Rekor Terlemah Rp 17.706 per Dolar AS Hari Ini

Memperpanjang tren rekor buruk penutupan sepanjang kuartal kedua tahun 2026
Rupiah Tembus Rekor Terlemah Rp 17.706 per Dolar AS Hari Ini
Ilustrasi (Sumber : Istimewa)
KLIKSUKABUMI.COM — Tekanan terhadap mata uang Garuda belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Kurs rupiah di pasar spot kembali ambles ke rekor terendah baru pada perdagangan Selasa (19/5). Rupiah ditutup melemah Rp 38 atau 0,22% ke level Rp 17.706 per dolar Amerika Serikat (AS).

Kondisi serupa terjadi pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI). Rupiah Jisdor hari ini merosot Rp 53 atau 0,30% ke posisi Rp 17.719 per dolar AS, memperpanjang tren rekor buruk penutupan sepanjang kuartal kedua tahun 2026 ini.

Melansir Kontan.co.id, dalam menanggapi fenomena ini, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, M. Rizal Taufikurahman, menegaskan bahwa kejatuhan rupiah kali ini tidak boleh dianggap enteng sebagai fluktuasi harian biasa.

"Pelemahan rupiah adalah akumulasi dari memburuknya sentimen eksternal dan meningkatnya risiko domestik. Dari sisi eksternal, dolar AS masih kuat karena pasar global cenderung risk off, terutama akibat ketegangan geopolitik dan harga minyak yang tinggi," ujar Rizal, seperti dikutip pada Selasa (19/5/2026).

Tidak hanya faktor luar, sentimen dari dalam negeri turut memperberat langkah rupiah untuk bangkit.

"Dari domestik, tekanan muncul karena pasar mulai menghitung risiko fiskal dari pelemahan rupiah dan lonjakan ICP (inflasi), sementara ekspektasi terhadap respons BI juga belum sepenuhnya solid," tambah Rizal.

Menanti Sinyal Ketegasan Bank Indonesia

Sebagai langkah antisipasi, mayoritas ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan BI berpotensi menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) pada pertemuan Rabu, 20 Mei 2026 besok, demi membentengi mata uang domestik.

Untuk perdagangan esok hari, Rizal memproyeksikan rupiah akan bergerak fluktuatif di kisaran Rp 17.650 hingga Rp 17.800 per dolar AS.

"Ruang penguatan masih terbatas karena tekanan tidak hanya bersumber dari faktor teknik, tetapi juga dari persepsi risiko terkait defisit fiskal, harga minyak, kebutuhan valas korporasi, dan arah suku bunga BI," kata Rizal.

Menurutnya, kunci pergerakan rupiah esok hari ada pada ketegasan bank sentral. Jika BI memberikan sinyal kuat terkait stabilisasi, tekanan di pasar dapat tertahan. Sebaliknya, jika pasar menilai respons kebijakan kurang mantap, rupiah berpotensi menguji level psikologis baru di Rp 17.800 per dolar AS

Badai Mata Uang Melanda Asia, Dolar AS Kian Perkasa

Pelemahan rupiah nyatanya tidak terjadi sendirian. Seluruh mata uang di kawasan Asia terpantau kompak tak berkutik di hadapan the greenback.

Won Korea memimpin pelemahan di Asia setelah anjlok signifikan hingga 1,1% dalam sehari. Tekanan juga dialami oleh Baht Thailand yang melemah 0,34%, diikuti Dolar Taiwan yang turun 0,33%. 

Selanjutnya, Dolar Singapura dan Yen Jepang kompak terdepresiasi sebesar 0,21%, disusul Rupee India yang melemah 0,18%, serta Yuan China yang turun 0,09%. Sementara itu, Ringgit Malaysia melemah tipis 0,06%, sedangkan Dolar Hongkong dan Peso Filipina sama-earth melandai 0,02%.

Keperkasaan dolar AS ini terkonfirmasi dari indeks dolar yang mengukur kekuatan greenback terhadap mata uang utama dunia yang merangkak naik 0,08% ke level 99,28. Penguatan ini menjadi reli lanjutan setelah indeks dolar sempat mengambil napas (melemah) kemarin, pasca naik selama lima hari berturut-turut hingga kembali bertengger di atas level 99 dari sebelumnya di kisaran 97,9.(FRA)




Editor : Fikri

Rupiah Tembus Rekor Terlemah Rp 17.706 per Dolar AS Hari Ini
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin