| Penampakan Rumah Ambruk Setelah Diterjang Hujan dan Angin di Desa Dermareja, Kecamatan Nagrak Pada Selasa (5/5) Pagi Menyebabkan 9 Orang Mengungsi (Sumber : Istimewa) |
KLIKSUKABUMI.COM – Cuaca ekstrem kembali memicu bencana di wilayah Kabupaten Sukabumi. Sebuah rumah yang dihuni oleh dua kepala keluarga di Kampung Cibarengkok, Desa Darmareja, Kecamatan Nagrak, dilaporkan rata dengan tanah setelah diterjang hujan deras dan angin kencang pada Selasa (5/5/2026) pagi.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Bangunan milik warga bernama Dodi tersebut tidak mampu menahan beban air dan terpaan angin, hingga memaksa sembilan penghuninya melarikan diri untuk menyelamatkan diri.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nagrak, Miky, menjelaskan bahwa kombinasi faktor alam dan kondisi fisik bangunan menjadi penyebab utama robohnya rumah tersebut.
"Rumah ambruk akibat hujan deras disertai angin, ditambah kondisi kayu bangunan yang sudah keropos. Saat ini kondisi rumah rusak berat dan tidak bisa ditempati," ujar Miky dalam keterangan resminya.
Meskipun kerusakan bangunan masuk dalam kategori rusak berat, Miky memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, para penyintas yang mencakup lansia hingga balita kini harus kehilangan tempat tinggal.
Hingga saat ini, para korban terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Tim gabungan dari P2BK, Pusdalops, hingga petugas PLN telah berada di lokasi untuk melakukan asesmen serta memutus aliran listrik guna menghindari risiko kebakaran.
Di lokasi kejadian, semangat gotong royong warga terlihat kental. Masyarakat setempat bersama petugas bahu-membahu mengevakuasi sisa-sisa harta benda korban.
"Saat ini warga sekitar bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan dan menyelamatkan barang-barang yang masih bisa digunakan," tambah Miky.
Berdasarkan pendataan sementara, keluarga terdampak sangat membutuhkan uluran tangan berupa material bangunan untuk perbaikan rumah, bahan pangan (logistik harian) dan perlengkapan bayi (mengingat adanya balita di antara pengungsi).
Pihak berwenang masih terus melakukan penghitungan total kerugian materiil akibat bencana ini dan mengimbau warga Sukabumi untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih membayangi.(FRA)
Editor : Fikri