| Pengurus RS DKH dan Staff Desa Kalapanunggal Berfoto Bersama Setelah Kegiatan Sapa Desa (Sumber : Istimewa) |
KLIKSUKABUMI.COM – Rumah Sakit (RS) DKH Cibadak terus menunjukkan komitmennya dalam mendekatkan pelayanan medis ke masyarakat. Melalui program inovatif bertajuk "Sapa Desa", pihak rumah sakit tidak lagi sekadar menunggu pasien datang, melainkan terjun langsung ke tingkat tapak untuk memberikan edukasi dan solusi kesehatan.
Kegiatan yang berlangsung di Desa Kalapanunggal pada Selasa (19/5/2026) ini menjadi panggung kolaborasi nyata antara RS DKH Cibadak, Pemerintah Desa Kalapanunggal, dan Puskesmas Kalapanunggal.
Acara ini dihadiri oleh ratusan warga setempat serta para kader kesehatan yang menjadi garda terdepan pelayanan di lapangan.
Fokus utama Sapa Desa kali ini adalah membuka ruang diskusi mengenai isu yang sering dianggap tabu, yakni kesehatan mental. RS DKH Cibadak menghadirkan pakar kedokteran jiwa, dr. Siti Liyah Rubatul, yang mengupas tuntas tema "Mental Health dan Dukungan bagi Caregiver Pasien dengan Gangguan Jiwa".
Dalam pemaparannya yang interaktif, dr. Siti Liyah menekankan bahwa kesehatan jiwa adalah fondasi kehidupan yang krusial dan sudah selayaknya dibicarakan secara terbuka. Ia mengedukasi warga mengenai cara mengenali tanda-tanda awal gangguan jiwa serta metode pemberian bantuan yang tepat.
Secara khusus, ia juga menyoroti peran penting caregiver atau pendamping pasien agar mereka tetap menjaga kesehatan mental diri sendiri di tengah tanggung jawab besar yang dipikul.
"Merawat orang lain pun butuh kekuatan, dan kekuatan itulah yang perlu dijaga," ungkap dr. Siti Liyah pada Rabu (20/5/2026).
Lebih dari sekadar penyuluhan, RS DKH Cibadak memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan solusi logistik kesehatan yang inovatif. Menjawab tantangan geografis dan keterbatasan transportasi, diluncurkanlah sistem kolaborasi penjemputan pasien jiwa rujukan yang terintegrasi langsung dengan Puskesmas Kalapanunggal.
Melalui sinergi ini, proses rujukan kini menjadi lebih taktis dan terkoordinasi antarfasilitas kesehatan. Pasien akan dievakuasi dengan standar medis yang aman dan bermartabat guna menghormati hak asasi mereka.
Selain itu, sistem ini dirancang khusus untuk meringankan beban keluarga yang selama ini kerap terkendala masalah akomodasi serta moda transportasi darurat saat menghadapi situasi krisis.
Keberhasilan program Sapa Desa ini menjadi bukti nyata bahwa urusan kesehatan jiwa adalah tanggung jawab kolektif. Sinergi kuat antara RS DKH Cibadak, Pemerintah Desa, dan Puskesmas memastikan tidak ada warga yang terisolasi dari akses layanan kesehatan berkualitas.
Program Sapa Desa ini menegaskan manifesto jangka panjang RS DKH Cibadak untuk terus hadir sebagai institusi kesehatan yang hangat, responsif, dan tepercaya di tengah-tengah masyarakat Sukabumi.(FRA)
Editor : Fikri