KLIKSUKABUMI.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Kabupaten dan Kota Sukabumi pada hari Minggu (17/5/2026). Masyarakat Sukabumi diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan sepanjang hari ini, karena potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang dapat disertai kilat serta angin kencang diprediksi akan mengguyur, terutama menjelang sore hingga malam hari.
Memulai hari pada pagi hari dari pukul 07.00 hingga 13.00 WIB, langit Sukabumi umumnya akan dinaungi kondisi cerah berawan hingga berawan. Meski demikian, masyarakat di wilayah Kabupaten Sukabumi disarankan untuk mulai bersiap membawa payung atau jas hujan, karena potensi hujan dengan intensitas ringan diprakirakan sudah mulai turun menjelang siang hari.
Suasana akan mengalami perubahan signifikan saat memasuki siang dan sore hari, tepatnya pada pukul 13.00 hingga 19.00 WIB. Pada waktu tersebut, langit dominan berawan dan BMKG mendeteksi adanya potensi hujan dengan skala lokal yang intensitasnya meningkat menjadi sedang hingga lebat di wilayah Kabupaten dan Kota Sukabumi.
Kondisi basah ini diprakirakan masih akan berlanjut hingga malam hari, antara pukul 19.00 sampai 01.00 WIB, dengan intensitas hujan yang mulai menurun menjadi ringan hingga sedang. Barulah saat memasuki dini hari menjelang pagi esok, cuaca di Sukabumi diprediksi kembali stabil dan didominasi oleh kondisi berawan.
Secara umum, suhu udara di wilayah ini diperkirakan bergerak di angka 18 hingga 34 °C dengan tingkat kelembapan udara yang cukup tinggi, yaitu berkisar antara 55 hingga 95 persen. Sementara itu, angin berembus dari arah Timur menuju Tenggara dengan kecepatan yang bervariasi antara 05 hingga 40 kilometer per jam.
BMKG mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang pada sore hingga malam hari.
Bagi para pengendara dan warga yang beraktivitas di luar ruangan, khususnya di daerah rawan longsor atau area yang banyak ditumbuhi pohon besar, diimbau untuk selalu berhati-hati guna mengantisipasi risiko bencana hidrometeorologi.(FRA)
Editor : Fikri