BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Pasca Laga Persija vs Persib, Tiga Bobotoh di Cibadak Sukabumi Jadi Korban Pengeroyokan Brutal

Para korban yang tengah melintas menggunakan sepeda motor tiba-tiba diadang oleh puluhan orang
Pasca Laga Persija vs Persib, Tiga Bobotoh di Cibadak Sukabumi Jadi Korban Pengeroyokan Brutal
Polisi Melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) Pengeroyokan Bobotoh Persib Bandung di Cibadak, Kabupaten Sukabumi (Sumber : Istimewa)
KLIKSUKABUMI.COM – Insiden berdarah mewarnai malam usai pertandingan panas antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung. Tiga orang Bobotoh (suporter Persib) menjadi korban penyerangan membabi buta oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK) di Kampung Bantarmuncang, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu malam (10/5/2026).

Para korban yang tengah melintas menggunakan sepeda motor tiba-tiba diadang oleh puluhan orang. Diduga kuat, aksi anarkis ini dipicu oleh kekecewaan massa terhadap hasil pertandingan tersebut.

Salah satu korban, Dede Arif, membeberkan bahwa saat kejadian ia dan rekan-rekannya sedang dalam perjalanan menuju kawasan Cibatu untuk bersantai di sebuah kedai kopi. Namun, perjalanan mereka terhenti secara paksa oleh massa yang beringas.

"Kita cuman 3 atau 4 motor, kalau yang menghadang itu banyak, sekitar 20 orang. Kejadiannya sesudah nobar, mungkin karena Persija kalah kali," ujar Dede yang mengalami luka robek cukup dalam di kepala bagian kanan.

Dede menjelaskan bahwa serangan tersebut datang secara tiba-tiba. Massa menggunakan berbagai benda untuk melukai para korban.

"Akhirnya karena kita melawan untuk jaga diri, kita turun juga. Nggak mungkin kita kalau diserang itu diam. Batu, botol kaca, kayu, hingga bambu berhamburan mengenai kita," tambahnya. Akibat serangan itu, Dede harus menerima hampir 7 jahitan di kepalanya.

Nasib serupa dialami Mahmudin. Ia mengaku awalnya tidak berniat terlibat bentrokan, namun situasi memanas ketika atribut yang ia bawa dirampas dan saudaranya mulai dikeroyok di sekitar perlintasan rel kereta api.

"Tiba-tiba dicegat saja, di depan ada dan di belakang ada. Awalnya saya tidak menghiraukan, tapi bendera saya diambil. Pas lihat ke belakang, saudara saya dipukuli, ya sudah saya turun," kata Mahmudin.

Niat baik Mahmudin untuk menyelamatkan saudaranya justru berujung pada luka fisik. Dalam kondisi gelap, ia dihantam benda tumpul hingga mengalami luka di kepala yang memerlukan 5 jahitan.

Kondisi Korban di RSUD Sekarwangi

Pihak medis segera melakukan tindakan cepat terhadap ketiga korban. Staf Humas RSUD Sekarwangi, Irman Firmansyah Saputra, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menangani para korban pengeroyokan tersebut dengan rincian luka yang cukup serius.

Dua korban mengalami luka bacok dan robek di area kepala sementara satu korban masih dalam tahap observasi intensif karena luka jahitan yang banyak.

"Satu lagi luka dalam di dada, itu kena pukulan dan harus ditindak lebih lanjut oleh dokter untuk di rontgen. Saat ini kondisi pasien membaik, satu orang sudah diperbolehkan pulang," jelas Irman.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian diharapkan segera mengusut tuntas identitas para pelaku guna mencegah aksi serupa terulang kembali di wilayah Sukabumi.(FRA)




Editor : Fikri

Pasca Laga Persija vs Persib, Tiga Bobotoh di Cibadak Sukabumi Jadi Korban Pengeroyokan Brutal
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin