BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Kebakaran Madrasah di Tegalbuleud Sukabumi, Stok Pangan Santri 1,5 Ton Jadi Abu

Kebakaran diduga kuat dipicu oleh adanya hubungan arus pendek
Korsleting Listrik Picu Kebakaran Madrasah di Tegalbuleud Sukabumi, Kerugian Capai Rp200 Juta
Seorang Santri Berusaha Memadamkan Api yang Membakar Madrasahnya Dengan Alat Seadanya (Sumber : Istimewa)
KLIKSUKABUMI.COM — Bencana kebakaran melanda sebuah bangunan kobong atau madrasah dua lantai milik Ustadz Kusnadi (42) di Kampung Cilame RT 22/RW 06, Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi pada Minggu sore (17/5/2026). Insiden yang terjadi sekira pukul 16.00 WIB ini diduga kuat dipicu oleh adanya hubungan arus pendek atau korsleting listrik pada instalasi bangunan.

Peristiwa nahas ini pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Suherli (42) yang saat itu sedang mencuci sepeda motor di sekitar lokasi kejadian. Suherli dikagetkan oleh kobaran api yang tiba-tiba sudah membesar dan melalap sebagian struktur bangunan madrasah yang didominasi oleh material kayu.

Melihat kebakaran tersebut, Suherli langsung berteriak meminta pertolongan. Warga setempat segera berhamburan ke lokasi dengan membawa peralatan seadanya untuk memadamkan api secara gotong-royong agar tidak meluas ke permukiman sekitar. Berkat aksi cepat warga, kobaran api pada bangunan berukuran 13x15 meter tersebut akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya setelah waktu penanganan sekitar satu setengah jam.

Kasi Trantib Kecamatan Tegalbuleud, Sumarna, mengonfirmasi bahwa pihaknya langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) sesaat setelah menerima laporan dari masyarakat.

"Kami menerima informasi mengenai kebakaran ini sekitar pukul 16.00 WIB dan langsung bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara (TKP). Sesampainya di lokasi, warga tengah bergotong-royong menjinakkan api yang dengan cepat merambat ke lantai dua bangunan," ujar Sumarna pada Senin (18/5/2026).

Meski tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, pemilik madrasah, Ustadz Kusnadi, dilaporkan mengalami luka ringan. Luka tersebut didapatkannya saat berupaya melakukan evakuasi mandiri dan memadamkan api yang membakar fasilitas belajar para santrinya.

Berdasarkan inventarisasi petugas di lapangan, seluruh material di lantai dua bangunan kayu tersebut hangus tak bersisa. Sejumlah fasilitas penting ikut lumat terbakar, termasuk 10 unit meja belajar, 30 kursi, kusen jendela, kaca bangunan, alat tulis, serta tempat tidur para santri. 

Tidak hanya itu, stok pangan berupa padi seberat 1,5 ton yang disimpan di lokasi juga ikut menjadi abu. Total kerugian materiil akibat bencana ini ditaksir mencapai Rp200.000.000 (dua ratus juta rupiah).
Sumarna menambahkan bahwa pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan lancar.

"Untuk korban meninggal dunia nihil, namun pemilik bangunan, yakni Ustadz Kusnadi, mengalami luka ringan akibat terkena hawa panas dan material saat berupaya memadamkan api. Kami juga sudah berkoordinasi secara intensif dengan Pemdes setempat, Damkar Jampang Surade, Babinsa, P2BK, Satpol PP, serta Tagana untuk penanganan pascabencana dan pemulihan korban," pungkas Sumarna.

Pihak berwenang mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu waspada dan rutin melakukan pengecekan berkala terhadap kelayakan instalasi listrik di rumah maupun fasilitas umum, guna mencegah terjadinya musibah serupa di kemudian hari.(FRA)




Editor : Fikri


Kebakaran Madrasah di Tegalbuleud Sukabumi, Stok Pangan Santri 1,5 Ton Jadi Abu
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin