| Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena (Sumber : Dok Kliksukabuni) |
Pihak sekolah diminta untuk segera menghentikan penggunaan bangunan yang kondisinya sudah membahayakan demi menjamin keselamatan siswa dan guru.
Langkah preventif ini diambil mengingat cuaca ekstrem yang masih menyelimuti wilayah Sukabumi, yang meningkatkan risiko kerusakan pada bangunan sekolah yang sudah tua.
"Saya imbau kepala sekolah untuk lebih jeli melihat kondisi bangunan. Sekiranya membahayakan, jangan digunakan dulu untuk kegiatan belajar mengajar demi keselamatan bersama," tegas Deden, Senin (6/4/2026).
Terkait kondisi SDN Batununggul yang baru-baru ini ambruk, Deden menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam.
Meski terkendala keterbatasan anggaran sehingga perbaikan dilakukan secara bertahap, sekolah tersebut kini menjadi prioritas utama dalam program revitalisasi.
Deden menjelaskan bahwa dari tiga ruangan yang diajukan untuk perbaikan, dua di antaranya telah diintervensi melalui dana APBD. Sementara itu, satu ruangan sisa yang baru saja runtuh telah masuk dalam skema anggaran dan diprioritaskan tuntas pada tahun ini.
"Intinya tidak dibiarkan, kami ingin tuntas juga. Dari tiga ruangan yang diajukan, dua sudah diintervensi melalui dana APBD. Satu ruangan lagi yang keburu runtuh itu sudah kami anggarkan dan diprioritaskan tahun ini melalui program revitalisasi," jelasnya.
Keselamatan Siswa Jadi Harga Mati
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Sukabumi tengah mendorong percepatan program revitalisasi nasional untuk menangani gedung sekolah kategori rawan.
Deden mengingatkan bahwa koordinasi antara kepala sekolah dan dinas sangat krusial di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Ia menekankan agar pihak sekolah tidak memaksakan kegiatan belajar mengajar di ruangan yang tidak layak, karena risiko yang dipertaruhkan sangat besar.
"Cuaca sekarang cukup ekstrem, banyak titik yang harus diwaspadai. Jangan memaksakan kegiatan di ruang kelas yang tidak layak, karena nyawa siswa dan tenaga pendidik adalah prioritas utama kami," pungkas Deden.(FRA)
Editor : Fikri