BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Solusi Overcapacity TPA Cimenteng, Sampah Plastik Warga Disulap Jadi Bahan Bakar Industri

Warga kini dapat menukarkan sampah plastik yang telah dipilah dengan bahan pokok
Solusi Overcapacity TPA Cimenteng, Sampah Plastik Warga Disulap Jadi Bahan Bakar Industri
Pemuda Warrrior mentari saat mengumpulkan sampah dari warga (Sumber : Istimewa)
KLIKSUKABUMI.COM – Masalah kelebihan kapasitas (overcapacity) di TPA Cimenteng kini mulai menemui titik terang. 

Melalui kolaborasi strategis pengelolaan limbah di tingkat desa yang didukung oleh PT Semen Jawa, sampah non-organik rumah tangga kini dialihkan menjadi bahan bakar industri yang bernilai ekonomi bagi masyarakat.

Bagi warga desa, program ini tidak hanya soal menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan dampak langsung pada ekonomi rumah tangga. Warga kini dapat menukarkan sampah plastik yang telah dipilah dengan bahan pokok.

Een Rohaeni (70), salah satu warga, merasa sangat terbantu dengan sistem barter ini. Ia kini tidak lagi membakar sampah di halaman rumahnya.

"Senang sekali, biasanya sampah cuma dibakar. Sekarang dikumpulkan dari rumah, dalam dua bulan dapat 10,7 kilo. Hasilnya ditukar sabun dan minyak goreng, bisa hemat belanja sampai Rp20.000," ungkap Een, Kamis (30/4/2026).

Keberhasilan program ini tak lepas dari peran Warrior Mentari, komunitas relawan muda yang menjemput bola hingga ke pelosok desa. Mereka menjadi jembatan bagi wilayah yang sulit diakses oleh truk sampah reguler.

Ketua Warrior Mentari, Hadi Permana, menjelaskan bahwa tantangan terbesar di awal adalah mengubah kebiasaan masyarakat.

“Awalnya warga sulit beradaptasi karena belum pernah memilah. Sekarang 48 relawan kami rutin bergerak hingga ke pelosok desa yang sulit diakses truk sampah untuk menjemput hasil pilihan warga,” kata Hadi.

Dari sisi industri, sampah non-organik yang terkumpul diproses secara teknis menjadi bahan bakar alternatif untuk menggantikan batu bara. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menekan ketergantungan pada energi fosil.

General Manager PT Semen Jawa, Indra Leksono, memaparkan bahwa akumulasi sampah yang dikelola dari lima desa telah mencapai angka yang signifikan sejak tahun 2022.

“Sampah non-organik ini kami cacah untuk dijadikan bahan bakar alternatif. Sejak tahun 2022, akumulasi dari lima desa sudah mencapai 11 ton. Saat ini kami berhasil mencapai 30% penggantian bahan bakar fosil menuju target nol emisi pada 2050,” jelas Indra.

Program ini terbukti efektif menurunkan volume sampah yang dibuang sembarangan atau dibakar di pemukiman. Kades Kebonmanggu, Rasnita Diharja, mencatat adanya peningkatan kesadaran kolektif di wilayahnya.

Hampir 50% dari 2.000 kepala keluarga di Desa Kebonmanggu aktif memilah sampah. Desa tersebut mampu menyumbang sekitar 1 ton sampah plastik per bulan.

"Ini solusi efektif untuk menangani dilema masalah sampah di wilayah kami,” pungkas Rasnita.

 Melalui sinergi antara warga, relawan muda, pemerintah desa, dan sektor industri, sampah yang dulunya dianggap beban kini berubah menjadi sumber daya energi yang berkelanjutan.(FRA)



Editor : Fikri

Solusi Overcapacity TPA Cimenteng, Sampah Plastik Warga Disulap Jadi Bahan Bakar Industri
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin