| Papan Plang Proyek Revitalisasi Jalan Gudang yang Menimbulkan Korban Pemotor Akibat Sisa Kotoran Proyek yang Ada di Jalan (24/4). (Sumber : Istimewa) |
Proyek.perbaikan jalan sepanjang 1.250 meter dengan lebar 9 meter yang dikerjakan oleh CV Rangga Buana tersebut diduga mengabaikan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), hingga menyebabkan sejumlah pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, material tanah dan batu sisa urugan tampak berserakan di badan jalan, khususnya pada jalur putar balik menuju Jalan Gudang di depan Toserba Selamat.
Kondisi ini diperburuk dengan minimnya penerangan jalan serta ketiadaan rambu peringatan di sekitar area proyek.
Salah satu korban, Andi Sulaeman (35), membagikan pengalaman pahitnya saat melintas di area tersebut pada Kamis malam menuju arah Baros.
Ia mengaku tidak melihat adanya gundukan tanah karena kondisi lokasi yang gelap gulita.
"Pas belok ke arah bawah (rel), di situ ada pasir dan gundukan tanah bekas urugan. Karena malam hari, material itu tidak kelihatan. Saya langsung tiseureuleu (tergelincir) dan jatuh," ungkap Sulaeman, Jumat (24/4/2026).
Meski tidak mengalami luka fatal karena laju kendaraannya yang pelan, Sulaeman menyayangkan kelalaian pihak pelaksana yang tidak memasang lampu peringatan.
"Harusnya ada lampu tembak ke arah jalan supaya pengendara bisa waspada. Tadi siang saya cek lagi, tanahnya makin padat karena terlindas mobil. Kalau hujan turun, lokasi ini pasti jadi sangat licin dan berbahaya," tambahnya.
Bukan Korban Pertama
Informasi yang dihimpun dari warga sekitar dan pengemudi ojek online mengungkapkan fakta yang meresahkan. Sulaeman ternyata bukan satu-satunya korban; setidaknya ada dua hingga tiga pengendara lain yang juga terjatuh di titik yang sama dalam beberapa hari terakhir.
Warga mendesak agar CV Rangga Buana segera membersihkan sisa material yang berserakan demi menjaga keselamatan publik.
Sulaeman menegaskan bahwa setiap proyek pemerintah harus memiliki standar keamanan yang ketat.
"Pekerjaan proyek itu harus memperhatikan faktor K3. Jangan hanya mengejar keuntungan, tapi keselamatan lalu lintas justru diabaikan," tegasnya.
Hingga saat ini, pihak CV Rangga Buana belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga maupun langkah mitigasi di lokasi proyek.
Masyarakat kini berharap Pemerintah Kota Sukabumi segera turun tangan untuk mengevaluasi pengerjaan proyek senilai miliaran rupiah tersebut agar tidak kembali memakan korban jiwa.(FRA)
Editor : Fikri