| Program Teaching Factory (TEFA) Culinary SMK Negeri 3 Sukabumi Bersama Siswa SLB Handayani (Sumber : Istimewa) |
Capaian ini menandai tahun kelima produksi sejak dimulainya pendampingan industri secara resmi oleh Bogasari pada 2022.
Peningkatan signifikan terlihat baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Wakil Kepala Humas SMKN 3 Sukabumi, Ira Yulia, mengungkapkan bahwa dukungan Bogasari memberikan dampak besar pada standar produksi siswa.
“Kami tidak hanya didukung secara keilmuan dari sisi teori, tapi juga keahlian dari sisi praktik. Bahkan untuk kebutuhan produksi kue Lebaran ini, Bogasari mendukung penuh dari sisi bahan baku terigu berupa 10 sak Kunci Biru dan 5 sak Segitiga Biru yang sudah terfortifikasi, sehingga produk yang dihasilkan tidak hanya berkualitas tapi kaya dengan vitamin dan nutrisi. Terima kasih kepada Bogasari, sungguh sangat banyak mendukung kemajuan sekolah kami,” ujar Ira Yulia.
Melalui TEFA Culinary, para siswa tidak hanya diajarkan membuat kue, tetapi juga diwajibkan mengikuti Standar Prosedur Operasional (SOP) layaknya di industri nyata.
Selain mengasah hardskill, program ini menekankan pada pembentukan karakter, mulai dari kedisiplinan hingga kemampuan kerja sama tim.
“Peserta didik juga dilatih memiliki kesiapan mental manakala setelah lulus benar-benar siap untuk bekerja di dunia industri. Yang menariknya lagi adalah terbangunnya jiwa wirausaha di kalangan siswa masih level SMK. Pasalnya dalam kegiatan TEFA Culinary ini, mereka terlibat aktif tidak hanya di produksi, tapi juga promosi, penjualan dan pelayanan terhadap konsumen,” tambah Ira.
Melibatkan Siswa SLB Handayani
Ada pemandangan berbeda dalam proses produksi tahun ini. Dari 140 siswa SMKN 3 Sukabumi dan 10 guru yang terlibat, terdapat 8 siswa dari SLB Handayani (tuna rungu) yang ikut serta.
Langkah ini diambil untuk membekali mereka dengan keterampilan wirausaha mandiri.
Selama proses berlangsung, para siswa SLB didampingi guru khusus untuk memudahkan komunikasi. Mereka bahu-membahu memproduksi 8 jenis kue favorit, mulai dari Kastangel, Nastar, hingga Rainbow Cookies.
Apresiasi dari Bogasari
Vice President Human Resources (VP HR) PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari, Anwar, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi SMKN 3 Sukabumi.
Menurutnya, kepedulian terhadap siswa inklusi menjadi nilai tambah yang luar biasa.
“Terus meningkatkan kompetensi, membangun jiwa wirausaha, dan kepedulian terhadap siswa SLB Tuna Rungu melalui TEFA Culinary ini, jelas sangat sesuai selaras dengan visi dan misi Bogasari. Terima kasih kepada pimpinan dan para guru sekolah yang terus berkomitmen meningkatkan kualitas para siswa,” kata Anwar.
Anwar juga bangga karena SMKN 3 Sukabumi terpilih oleh Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bisnis dan Pariwisata sebagai model inovasi pembelajaran bidang cookies di Indonesia.
Omset Tembus Rp 210 Juta untuk Pengembangan Sekolah
Produk kue kering ini dipasarkan dengan rentang harga Rp 35.000 hingga Rp 97.000 per toples. Wilayah distribusinya pun meluas mulai dari Sukabumi, Cianjur, Bogor, Bandung, hingga DKI Jakarta.
Dari hasil penjualan tersebut, sekolah berhasil meraup omset kurang lebih Rp 210 juta. Ira menegaskan bahwa seluruh keuntungan akan dikembalikan untuk pengembangan sarana prasarana sekolah dan peningkatan kompetensi tenaga pendidik.
“Jadi siswa dan guru tidak dapat honor, karena kegiatan ini adalah bagian dari pembelajaran. Tapi khusus bagi siswa, kami berikan bingkisan sebagai apresiasi,” tutup Ira dengan bangga.(FRA)
Editor : Fikri