KLIKSUKABUMI.COM – Masalah sampah di wilayah Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, kian memprihatinkan. Tak hanya merusak estetika kota, tumpukan sampah kini mulai mengancam kesehatan siswa sekolah dan mengganggu aktivitas ekonomi warga di beberapa titik strategis.
Pemandangan kontras terlihat di depan SDN 1 Palabuhanratu pada Jumat (3/4/2026). Tumpukan sampah rumah tangga meluber dari tepi jalan hingga ke bahu jalan tepat di depan pagar sekolah. Kondisi ini memicu bau busuk menyengat yang mengganggu proses belajar mengajar.
Berdasarkan pantauan di lapangan, siswa-siswi terpaksa menutup hidung saat melintasi area tersebut.
Keberadaan sampah ini juga menjadi ironi karena lokasi tersebut merupakan pusat kuliner bagi para siswa. Kehadiran lalat dan aroma tak sedap membuat area jajanan menjadi kumuh dan tidak higienis.
Irma, salah seorang pedagang di lokasi, mengungkapkan bahwa sampah tersebut sudah dibiarkan menumpuk selama berhari-hari.
“Sudah sekitar tiga hari belum diambil juga. Padahal mobil sampah kadang lewat sini, tapi tidak diangkut,” keluh Irma saat diwawancarai pada Jumat (3/4/2026).
Menurutnya, tumpukan tersebut didominasi oleh sampah kiriman dari warga luar yang sengaja membuang saat melintas. Spanduk larangan yang sempat dipasang warga pun raib dicopot oknum tidak bertanggung jawab.
Titik Kumuh di Jalan Jaksa Agung Soeprapto
| Tumpukan Sampah di Jalan Jaksa Agung Soeprapto, Palabuhanratu, Kamis (2/4). (Sumber : Istimewa) |
Namun, gunungan sampah justru terlihat mengotori badan jalan hingga mengganggu arus lalu lintas dan kenyamanan pengguna kendaraan.
Keluhan dari Jembatan Bagbagan hingga Cimandiri
Persoalan sampah ini ternyata merata di berbagai titik. Edem Barong, Ketua Paguyuban Tokoh Bagbagan (PTB) sekaligus sesepuh Kampung Mariuk, menyatakan keprihatinannya atas tumpukan sampah di sekitar Jembatan Cimandiri dan Jembatan Bagbagan.
“Saya merasa miris melihat kondisi sampah di Jembatan Cimandiri, baunya sangat menyengat. Saya berharap pemerintah bisa segera membenahi persoalan sampah di Jembatan Bagbagan,” tegas Edem.
Menurutnya, masyarakat tidak bisa sepenuhnya disalahkan dalam kondisi ini. Ia menilai ada keterbatasan fasilitas yang membuat warga kebingungan membuang limbah rumah tangga mereka secara benar.
“Saya tidak bisa sepenuhnya menyalahkan masyarakat. Mereka juga bingung harus membuang sampah ke mana. Mau dibuang ke sungai jelas tidak boleh, tapi tempat atau bak sampah juga tidak tersedia,” tuturnya.
Ia berharap Pemerintah Daerah segera menghadirkan solusi nyata, mulai dari penyediaan tempat pembuangan sementara (TPS) yang memadai hingga sistem pengangkutan yang lebih teratur agar persoalan sampah di Palabuhanratu tidak terus berulang.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi Kliksukabumi masih berusaha mendapatkan jawaban dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi. Pihak Redaksi telah menghubungi dan belum mendapatkan jawaban terhadap potret buruknya pengelolaan sampah di beberapat titik strategis di Palabuhanratu (FRA)
Editor : Fikri