| Suasana Antrian Kendaraan di Jalur Exit Tol Bocimi Parungkuda menuju Jalur Arteri Sukabumi - Bogor Jumat (3/4/2026) Siang. (Sumber : Istimewa) |
Ribuan kendaraan terjebak antrean panjang mulai dari dalam Tol Bocimi hingga jalur arteri Sukabumi-Bogor.
Pantauan dari udara menunjukkan kendaraan mengular sejak sebelum pintu Exit Tol Bocimi Parungkuda.
Kemacetan dilaporkan sudah mulai terjadi dari KM 72 di dalam tol. Volume kendaraan yang melonjak drastis serta banyaknya truk besar yang melintas memperburuk kondisi arus lalu lintas di lapangan.
Sejumlah pengguna jalan mengaku harus bersabar menghadapi kemacetan yang menguras waktu.
Arifin, seorang wisatawan asal Bogor yang hendak menuju Ujung Genteng, mengaku terjebak lebih dari satu jam hanya untuk keluar dari gerbang tol.
"Saya dari pintu keluar sini sudah satu jam. Dari Sentul mau ke Ujung Genteng untuk liburan. Harapannya kondisi ini bisa segera dibenahi," ujar Arifin saat ditemui di lokasi.
Hal senada dirasakan oleh Agus Galih, seorang pemudik yang memilih pulang kampung di hari ini untuk menghindari puncak kemacetan sebelumnya.
Namun, ia tetap terjebak kemacetan selama satu setengah jam di jalur keluar Parungkuda.
"Satu jam lebih terjebak dari gerbang Tol Bocimi mau keluar ke Parungkuda. Saya baru mudik sekarang karena mengira kemarin macetnya lebih parah, ternyata hari ini juga padat," kata Agus.
Petugas Trans Jabar Tol, Maulana Farizal, menjelaskan bahwa peningkatan volume kendaraan sudah terjadi sejak pukul 07.00 WIB. Pihaknya terus berupaya melakukan pengaturan di titik-titik krusial, terutama di lampu merah Parungkuda, agar arus lalu lintas tetap bergerak.
"Volume kendaraan cukup tinggi karena ini long weekend. Antrean dari arah Jakarta menuju Sukabumi cukup padat hingga ke dalam tol, dengan ekor kepadatan mencapai kilometer 72. Kami terus berupaya mengatur arus di keluar tol maupun jalur arteri agar tetap kondusif," jelas Maulana.
Petugas mengimbau kepada seluruh pengendara yang akan menuju wilayah Sukabumi untuk selalu menaati rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan guna menghindari kemacetan yang lebih parah.(FRA)
Editor : Fikri