BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Iran Serang Kapal Induk AS Abraham Lincoln

IRGC mengklaim telah menyerang kapal induk Abraham Lincoln yang sedang berada di Samudra Hindia bagian utara
Iran Serang Kapal Induk AS Abraham Lincoln
Kapal Induk USS Abraham Lincoln merupakan kapal induk kelima dari kelas Nimitz dalam jajaran Angkatan Laut Amerika Serikat. Kapal ini adalah salah satu kapal perang terbesar di dunia, yang berfungsi sebagai pusat operasi udara bergerak (Sumber : Istimewa)
KLIKSUKABUMI.COM – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan telah melancarkan serangan skala besar terhadap berbagai target yang diklaim sebagai aset militer Amerika Serikat dan Israel pada Jumat (3/4/2026) pagi. 

Operasi yang dinamakan "Gelombang ke-91 Operasi True Promise 4" ini mencakup wilayah strategis mulai dari Teluk Persia hingga Samudra Hindia bagian utara.

Dalam operasi ini, Iran mengerahkan kombinasi teknologi militer mutakhir, termasuk rudal balistik, rudal jelajah, dan drone tempur. 

Salah satu target utama yang menjadi sorotan adalah kelompok tempur kapal induk militer Amerika Serikat.

IRGC mengklaim telah menyerang kapal induk Abraham Lincoln yang sedang berada di Samudra Hindia bagian utara. Serangan tersebut dilaporkan menggunakan empat rudal jelajah jenis Qadr-380.

Selain menyasar armada laut, IRGC juga melaporkan serangan darat terhadap fasilitas yang menampung personel militer asing di Uni Emirat Arab (UEA). 

Pangkalan udara Al Dhafra di selatan Abu Dhabi, yang menjadi pusat operasional unit drone MQ-1 milik AS, tak luput dari serangan.

“Angkatan laut IRGC menargetkan lokasi perkumpulan rahasia teknisi penerbangan dan pilot pesawat tempur AS di wilayah selatan Teluk Persia,” demikian pernyataan resmi IRGC sebagaimana dikutip dari kantor berita Tasnim.

Laporan lapangan menyebutkan adanya indikasi korban jiwa di lokasi kejadian, yang diperkuat dengan terlihatnya pergerakan ambulans secara intensif di sekitar area pangkalan setelah serangan terjadi.

Situasi di jalur perdagangan dunia, Selat Hormuz, kini berada dalam pengawasan ketat. 

IRGC menegaskan bahwa sistem pemantauan Angkatan Laut mereka terus bekerja 24 jam untuk mengawasi lalu lintas maritim. Iran juga mengeluarkan peringatan keras bagi pihak mana pun yang melakukan aktivitas yang dianggap bermusuhan di wilayah tersebut.

Pihak Teheran menempatkan tanggung jawab penuh atas eskalasi ini kepada Washington. Menurut IRGC, tindakan militer ini merupakan respons terhadap kebijakan Amerika Serikat di kawasan tersebut yang dinilai provokatif.

Mereka menegaskan bahwa memanasnya situasi keamanan di Selat Hormuz adalah dampak langsung dari “agresi kriminal dan teroris oleh Amerika Serikat.”

Hingga berita ini diturunkan, pihak Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) belum memberikan pernyataan resmi terkait klaim kerusakan atau jumlah korban akibat serangan tersebut.(FRA)



Editor : Fikri 


Iran Serang Kapal Induk AS Abraham Lincoln
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin