| Ilustrasi Kondisi Kendaraan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukabumi (Sumber : Istimewa) |
Masalah ini mencuat dalam rapat evaluasi program kerja tahun 2026 yang digelar bersama Wakil Bupati Sukabumi di Pendopo Sukabumi, Kamis (9/4/2026).
Kepala DPKP Kabupaten Sukabumi, Budianto, memaparkan bahwa saat ini para petugas dipaksa untuk bekerja maksimal meskipun peralatan yang tersedia sangat terbatas.
Kendala teknis pada armada hingga rendahnya standar keselamatan bagi personel menjadi persoalan utama yang harus segera dibenahi.
"Petugas seringkali bekerja tanpa dukungan APD yang standar," ujar Budianto saat dikonfirmasi pada Jumat (10/4/2026).
Budianto juga menambahkan bahwa keterbatasan alat sangat terasa ketika personel harus melakukan misi evakuasi khusus.
"Kami kekurangan peralatan penyelamatan untuk menangani laporan evakuasi ular maupun sarang tawon," tambahnya.
Kondisi tersebut diperparah dengan jumlah posko yang tidak ideal. Kabid Pemadam Kebakaran, Erwin, menjelaskan bahwa dari 47 kecamatan yang ada di Kabupaten Sukabumi, saat ini hanya tersedia 12 posko.
Padahal, kebutuhan ideal untuk mencakup seluruh wilayah tersebut adalah sebanyak 25 titik.
Akibatnya, efektivitas penanganan bencana menjadi terhambat. Erwin menegaskan bahwa saat ini satu posko harus menangani hingga lima kecamatan sekaligus.
Selain krisis posko, DPKP juga masih kekurangan 66 anggota untuk mencapai standar minimal pelayanan.
Merespons laporan tersebut, Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, meminta jajaran terkait untuk memberikan perhatian khusus pada anggaran pelayanan dasar.
Ia menegaskan agar pemenuhan fasilitas ini diprioritaskan pada perubahan anggaran mendatang karena menyangkut keselamatan jiwa.
"Ini tentang penyelamatan nyawa manusia, baik masyarakat maupun petugas kita di lapangan," kata Andreas.
Lebih lanjut, Andreas menyoroti bahwa performa petugas di lapangan juga merupakan cerminan dari kewibawaan pemerintah daerah.
Menurutnya, identitas dan kelayakan seragam petugas harus menjadi perhatian serius.
"Marwah pemerintah ada pada performa petugas, termasuk identitas melalui seragam yang layak," pungkasnya.
Meski harus beroperasi di tengah keterbatasan sarana, DPKP Kabupaten Sukabumi tetap berupaya melakukan inovasi.
Saat ini, mereka telah meluncurkan layanan digital Damkar Cermat untuk mempercepat proses pengaduan masyarakat, serta program Fire Visit sebagai sarana edukasi pencegahan kebakaran ke sekolah-sekolah demi menjamin rasa aman warga.(FRA)
Editor : Fikri