| 16 Duta Besar dari Berbagai Benua Berfoto Bersama Ratusan Siswa dan Siswi SMPN 1 Kota Sukabumi (21/4). (Sumber : Istimewa) |
Sebanyak 16 duta besar dari berbagai benua Eropa, Asia, hingga Amerika terlihat antusias mempraktikkan teknik batik ecoprint dalam rangkaian agenda Diplomatic Forum.
Momen unik ini memperlihatkan para diplomat kelas dunia tersebut "bermain" dengan dedaunan dan kain putih.
Menariknya, mereka tidak bekerja sendiri, melainkan didampingi langsung oleh para siswa yang bertindak sebagai instruktur.
Bukan sekadar kegiatan seni, pembuatan batik ini membawa misi lingkungan yang kuat. Para tamu negara diajak menata pigmen alami dari daun dan bunga untuk menciptakan motif unik tanpa bantuan bahan kimia sintetis.
Kepala Sekolah SMPN 1 Kota Sukabumi, Muhammad Adhi Rohmatullah, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah pesan dari generasi muda untuk dunia mengenai keberlanjutan lingkungan.
"Ini adalah cara anak-anak menunjukkan aksi nyata melawan pemanasan global. Melalui ecoprint, kita membuktikan bahwa produk budaya bisa dihasilkan tanpa bahan kimia berbahaya, sepenuhnya menggunakan kekayaan alam," ungkap Adhi.
Kolaborasi Budaya dan Lingkungan
Persiapan intensif selama tiga minggu yang dilakukan oleh 150 siswa dan guru membuahkan hasil manis.
Selain mempraktikkan ecoprint, para duta besar juga disuguhi berbagai atraksi seni lokal yang memukau, di antaranya alunan musik tradisional Angklung dan Arumba dan atraksi ekstrem permainan Bola Api (Boles).
Kehadiran para tokoh dunia ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi pihak sekolah. Bagi para siswa, ini adalah kesempatan langka untuk berinteraksi langsung dengan delegasi internasional.
Adhi menutup dengan menyampaikan pesan menyentuh dari para diplomat untuk para siswanya.
"Para duta besar berpesan agar anak-anak tidak hanya giat belajar, tapi juga harus bangga dan mencintai budaya nasional mereka sendiri. Harapannya, semangat ini membawa Kota Sukabumi makin maju di masa depan," pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi sekolah-sekolah lain untuk terus mengintegrasikan pelestarian budaya dengan edukasi lingkungan hidup sejak dini.(FRA)
Editor : Fikri