| Salah Satu Kondisi Bangunan Ambruk Akibat Cuaca Ekstrem yang Terjadi di Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi (27/4/). (Sumber : Istimewa) |
KLIKSUKABUMI.COM – Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang melanda wilayah Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (27/4/2026).
Insiden ini mengakibatkan belasan rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap dan satu unit bangunan gudang mebel dilaporkan ambruk.
Berdasarkan data dari Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cisaat, peristiwa ini terjadi di dua lokasi berbeda, yakni Desa Cisaat dan Desa Babakan, dalam waktu yang hampir bersamaan.
Di Kampung Cibencoy, Desa Cisaat, sekitar 15 rumah warga mengalami rusak ringan hingga sedang. Mayoritas kerusakan terjadi pada bagian atap yang tersapu angin kencang.
Sementara di Kampung Babakan, Desa Babakan sebuah bangunan los mebel milik warga bernama Zaenal Mutaqqin dilaporkan mengalami kerusakan berat.
Petugas P2BK Cisaat, Imam Ismail Wahyudi, menjelaskan bahwa pemicu utama kerusakan adalah durasi hujan yang cukup lama dengan intensitas tinggi.
"Intensitas hujan yang tinggi dan durasi yang cukup lama memicu kerusakan ini. Di Desa Cisaat, rata-rata atap genteng warga terbawa angin, sementara di Desa Babakan ada bangunan los mebel yang mengalami rusak berat dan ringan," ujar Imam Ismail Wahyudi dalam laporan resminya.
Meskipun dampak kerusakan materiil cukup luas, dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden tersebut.
Unsur TNI (Babinsa), Polri (Bhabinkamtibmas), Satpol PP, hingga perangkat desa telah terjun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat.
Imam menambahkan bahwa koordinasi lintas sektor terus dilakukan guna memastikan proses asesmen berjalan cepat.
"Saat ini kami dari Tim Pusdalops terus berkoordinasi dengan perangkat desa, Tagana, serta aparat kewilayahan untuk melakukan asesmen menyeluruh. Masyarakat juga sudah mulai bergotong royong bersama RT dan RW setempat untuk membersihkan material bangunan yang berserakan," jelas Imam.
Hingga saat ini, total kerugian materiil masih dalam proses pengkajian oleh tim Pusdalops PB Kabupaten Sukabumi.
Namun, kebutuhan logistik berupa material bangunan menjadi prioritas utama agar warga dapat kembali menempati rumah mereka dengan aman.
Adapun kebutuhan mendesak saat ini meliputi material stap seperti genteng, asbes, dan seng. Serta kayu dan reng bambu untuk memperbaiki rangka atap yang patah.
"Untuk kebutuhan yang sangat mendesak saat ini adalah material atap seperti genteng, asbes, dan seng. Selain itu, warga juga membutuhkan dukungan kayu serta reng bambu guna memperbaiki struktur rangka atap yang patah akibat hantaman angin," terang Imam.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat Sukabumi untuk tetap waspada dan berhati-hati, mengingat potensi cuaca ekstrem masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.(FRA)
Editor : Fikri