BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Bertaruh Nyawa di Lahan Amblas, Warga Cihurang Sukabumi Tagih Janji Relokasi ke Bupati

Hingga saat ini, sedikitnya 35 bangunan, termasuk satu unit masjid, dilaporkan mengalami kerusakan serius
Bertaruh Nyawa di Lahan Amblas, Warga Cihurang Sukabumi Tagih Janji Relokasi ke Bupati
Bangunan Masjid di Lokasi Pergerakan Tanah di Kampung Cihurang, Desa Limusnunggal, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi (Sumber : Istimewa)
KLIKSUKABUMI.COM – Ketidakpastian menyelimuti puluhan warga Kampung Cihurang, Desa Limusnunggal, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi. 

Sejak bencana pergerakan tanah mulai mengancam pada 2022 dan memburuk di awal 2024, proses relokasi yang dijanjikan pemerintah daerah dinilai berjalan di tempat.

Hingga saat ini, sedikitnya 35 bangunan, termasuk satu unit masjid, dilaporkan mengalami kerusakan serius. Meski lahan relokasi di kawasan PT Citimu dikabarkan sudah tersedia, pembangunan fisik hunian bagi warga terdampak tak kunjung terealisasi karena kendala biaya.

Kondisi di lapangan menunjukkan pemandangan yang memprihatinkan. Sekitar lima Kepala Keluarga (KK) terpaksa tetap mendiami rumah mereka yang retak dan rawan roboh karena tidak memiliki biaya untuk pindah atau mengontrak. 

Sementara itu, warga lainnya memilih menumpang di rumah kerabat atau mendirikan gubuk darurat.
Jamal (37), salah satu warga terdampak, mengungkapkan kekecewaannya terhadap banyaknya survei yang dilakukan tanpa ada tindak lanjut nyata.

"Kalau awalnya dari tahun 2022, cuma belum terlalu parah. Terus kejadian lagi tahun 2024. Sampai hari ini belum ada kepastian relokasi," keluh Jamal, Sabtu (25/4/2026).

Warga kini menaruh harapan besar kepada Bupati Sukabumi, Asep Japar, untuk segera memangkas birokrasi yang menghambat bantuan pembangunan rumah. 

Mereka meminta pemerintah tidak hanya menyediakan lahan, tetapi juga memberikan bantuan stimulan pembangunan.

"Harapan warga sekarang relokasi segera dibangun. Nggak usah 100 persen juga tidak apa-apa, yang penting ada kepastian. Kami juga ingin Pak Bupati turun langsung melihat kondisi di sini," tambah Jamal.

Senada dengan Jamal, Ujang (55) menegaskan bahwa keterbatasan ekonomi menjadi penghalang utama warga untuk pindah secara mandiri. Tercatat ada 25 unit rumah yang masuk kategori rusak berat dan sangat tidak layak huni.

"Relokasi sudah ada, cuma untuk mendirikan bangunannya warga kesulitan biaya. Jadi masih menunggu bantuan dari pemerintah," ujar Ujang.

Tanpa adanya kepastian waktu relokasi, warga Kampung Cihurang kini berkejaran dengan waktu. Ancaman pergerakan tanah susulan saat intensitas hujan meningkat dikhawatirkan dapat memicu jatuhnya korban jiwa jika evakuasi permanen tidak segera dilakukan.

Warga mendesak agar pemerintah daerah segera memberikan solusi konkret sebelum bencana yang lebih besar terjadi di wilayah tersebut.(FRA)




Editor : Fikri


Bertaruh Nyawa di Lahan Amblas, Warga Cihurang Sukabumi Tagih Janji Relokasi ke Bupati
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin