| Rekaman CCTV Viral Pelajar Keroyok Pemotor yang Melintas di Jalan Nasional Sukabumi - Bogor di Kecamatan Cibadak (9/4). (Sumber : Istimewa) |
KLIKSUKABUMI.COM – Aksi meresahkan sekelompok pelajar bersenjata tajam (sajam) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi.
Sebuah rekaman CCTV memperlihatkan detik-detik mencekam saat gerombolan pelajar tersebut mengeroyok pengendara motor di Jalan Nasional Sukabumi-Bogor, tepatnya di Kampung Cipamuruyan, Kecamatan Cibadak, pada Kamis siang (9/4/2026).
Insiden yang terjadi sekitar pukul 13.00 WIB tersebut sempat viral di media sosial dan memicu kekhawatiran warga serta pengguna jalan yang melintas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat sekelompok pelajar yang diperkirakan berjumlah 10 orang menumpang sebuah truk bak terbuka dari arah Bogor menuju Sukabumi.
Sesampainya di lokasi kejadian dekat gang pembangunan proyek jembatan.Cipamuruyan, gerombolan tersebut turun dari truk.
Tak lama berselang, sebuah sepeda motor yang dikendarai dua orang pelajar lain melintas.
Tanpa peringatan, gerombolan yang sudah bersiap tersebut langsung mencegat dan menyerang korban secara brutal.
"Mereka turun dari truk, lalu ada motor ke arah Ciawi. Sepertinya mereka sudah mengenali salah satu korban yang diincar. Motor ditendang sampai jatuh, lalu dipukuli. Beberapa orang terlihat jelas membawa senjata tajam jenis celurit," ujar Iwan Susanto, seorang warga yang berada di lokasi kejadian pada Jumat (10/4/2026).
Iwan menambahkan bahwa dirinya sempat berusaha mengejar dan melerai aksi pengeroyokan tersebut karena khawatir korban akan mengalami luka serius atau penganiayaan lebih lanjut.
"Saya kejar supaya tidak terus dianiaya. Saya lerai, lalu mereka (pelaku) langsung kabur menyelamatkan diri. Kalau tidak dilerai, tidak tahu apa yang akan terjadi," tambahnya.
Senada dengan Iwan, Lilis, warga sekitar lainnya, membenarkan adanya aksi pengeroyokan tersebut.
Ia melihat korban terjatuh dan langsung dikerubungi oleh para pelajar yang menumpang truk tadi.
"Satu motor isi dua orang, dikeroyok sama sekitar sepuluh orang. Untungnya ditolong sama Pak Armed (warga). Mereka memang bawa senjata tajam seperti celurit," ungkap Lilis.
Setelah aksi tersebut berhasil dibubarkan oleh warga, kedua korban yang dikeroyok langsung melanjutkan perjalanan.
Sementara itu, gerombolan pelajar bersenjata tajam tersebut melarikan diri dengan masuk ke gang-gang kecil di sekitar pemukiman warga untuk menghindari kejaran massa.
Hingga berita ini diturunkan, warga berharap pihak kepolisian meningkatkan patroli di area tersebut, mengingat aksi kekerasan antar-pelajar kian berani dilakukan di jalan raya nasional pada siang hari bolong.(FRA)
Editor : Fikri