| Jembatan Linggamanik yang Merupakan Akses Vital Penghubung Ruas Jalan Bojongjengkol–Miramontana Terputus Total (20/4). (Sumber : Istimewa) |
Akibat kuatnya terjangan debit air, Jembatan Linggamanik yang merupakan akses vital penghubung ruas jalan Bojongjengkol–Miramontana dilaporkan terputus total.
Peristiwa ambruknya jembatan dengan bentang panjang 14 meter dan lebar 5,5 meter ini terjadi sekira pukul 22:45 WIB. Akibatnya, mobilitas warga di dua kecamatan, yakni Jampangtengah dan Purabaya, kini lumpuh total.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Jampangtengah, Dadi Supardi, mengonfirmasi bahwa saat ini jalur tersebut tidak dapat dilalui oleh kendaraan jenis apa pun.
"Kendaraan roda dua yang hendak menyeberang harus memutar lewat Cisurat dengan jarak sekitar 2 kilometer. Sementara untuk kendaraan roda empat dialihkan melalui jalur Bojonglopang," ujar Dadi dalam laporan resminya, Senin (20/4/2026).
Meskipun kerusakan infrastruktur cukup parah, dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini.
Untuk sementara waktu, warga yang berjalan kaki masih bisa melintasi area tersebut melalui jembatan bambu darurat yang dibangun secara swadaya di sebelah hilir lokasi kejadian.
Hingga berita ini diturunkan, pihak P2BK Jampangtengah bersama unsur TNI, Polri, Tagana, dan pemerintah desa setempat telah berada di lokasi untuk melakukan asesmen dan pendataan kerusakan.
Namun, belum ada penanganan permanen terhadap struktur jembatan yang hancur.
Pihak berwenang menekankan pentingnya percepatan perbaikan mengingat peran strategis jembatan tersebut bagi perekonomian lokal.
"Kami mengimbau kepada warga sekitar untuk selalu waspada, mengingat cuaca yang tidak menentu. Kebutuhan mendesak saat ini adalah pembangunan kembali jembatan agar akses ekonomi warga kembali normal," pungkas Dadi.(FRA)
Editor : Fikri