| Korban Ditemukan Dalam Kondisi Tak Bernyawa (Sumber : Istimewa) |
Seorang ayah dan anak laki-lakinya dilaporkan tewas setelah tergulung ombak besar, sementara seorang pemancing yang berniat menolong hingga kini masih dalam pencarian tim SAR.
Peristiwa memilukan ini terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Kejadian bermula saat Aden (8) sedang bermain air di tepian pantai. Tanpa diduga, ombak besar datang dan menyeret tubuh bocah tersebut ke tengah laut.
Melihat sang anak dalam bahaya, sang ayah, Ujang Abduloh (30), secara spontan berusaha melakukan penyelamatan. Di saat yang sama, seorang pemancing bernama Ace (26) yang berada di lokasi juga ikut terjun ke air untuk memberikan bantuan.
Nahas, kuatnya arus bawah laut justru membuat ketiganya kesulitan bertahan hingga akhirnya tenggelam dan hilang dari permukaan.
Koordinator Pos SAR Sukabumi, Suryo Adianto, mengonfirmasi bahwa tim gabungan telah berhasil mengevakuasi dua korban dalam kondisi meninggal dunia.
Korban meninggal adalah Aden, seorang pelajar, dan ayahnya, Ujang Abduloh yang bekerja sebagai wiraswasta. Keduanya merupakan warga Kampung Cikiray, Desa Sukamana, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi.
"Dua korban atas nama Aden dan Ujang Abduloh sudah berhasil kami temukan dalam keadaan meninggal dunia (MD). Saat ini, fokus utama tim SAR gabungan adalah melakukan pencarian terhadap satu korban lagi, yaitu Ace, yang merupakan seorang pemancing," ujar Suryo Adianto saat memberikan keterangan resmi, Senin (23/3/2206) malam.
Suryo menjelaskan bahwa operasi pencarian di permukaan air sempat terkendala oleh faktor pencahayaan dan kondisi cuaca yang cepat berubah di pesisir selatan. Oleh karena itu, strategi pencarian dibagi menjadi dua tahap.
“Mengingat pencarian di malam hari kurang efektif secara visual, kami akan fokus pada penyisiran darat malam ini dan dilanjutkan pencarian air besok pagi," tambah Suryo.
Personel Rescue Pos SAR Sukabumi telah dikerahkan kembali secara maksimal pada Selasa (24/3/2206) dini hari dengan peralatan lengkap.
Hingga berita ini diturunkan, unsur SAR gabungan masih bersiaga di lapangan untuk mencari keberadaan Ace, seorang santri asal Kampung Panyaguan Cikoneng, Desa Kalibunder, yang hingga kini belum ditemukan.(FRA)
Editor : Fikri