| Tangkapan Layar Seekor Buaya yang Menampakan Diri di Sungai Cimandiri, Kecamatan Cidadap Terekam Video Amatir Warga (28/3). (Sumber : Istimewa) |
Pasalnya, penampakan predator air berupa buaya dilaporkan kerap muncul di aliran Sungai Cimandiri. Fenomena ini bahkan sempat viral setelah rekaman penampakannya tersebar luas di berbagai grup WhatsApp warga.
Berdasarkan laporan di lapangan, kemunculan reptil buas tersebut sering terpantau di area yang cukup dekat dengan kawasan kandang ternak ayam milik warga.
Kehadiran predator ini tidak hanya terjadi pada malam hari, namun juga pada siang bolong saat aktivitas warga sedang tinggi.
Populasi Lebih dari Satu Ekor
Salah seorang warga setempat yang berprofesi sebagai pemancing, Dede Rukandi, memberikan kesaksian bahwa dirinya sudah berkali-kali berpapasan dengan hewan berdarah dingin tersebut saat sedang mencari ikan.
“Sering kelihatan, bahkan siang hari juga suka muncul. Saya lagi mancing juga sering lihat,” kata Dede, Sabtu (28/3/2026).
Menariknya, Dede mengungkapkan bahwa buaya yang menghuni aliran sungai tersebut diduga berjumlah lebih dari satu. Ia mengaku melihat beberapa individu dengan karakteristik fisik yang berbeda-beda.
“Pernah lihat yang besar warna hitam, ada juga yang sedang. Yang dua lagi warnanya kekuningan. Bahkan pernah juga lihat anaknya, awalnya saya kira biawak, pas didekati ternyata buaya,” ujarnya.
Limbah Ternak Diduga Jadi Pemicu
Ada dugaan kuat bahwa keberadaan buaya-buaya ini disebabkan oleh ketersediaan sumber makanan yang melimpah di sekitar bantaran sungai.
Keberadaan kandang ayam serta limbah kotoran ternak di lokasi tersebut diduga kuat mengundang nafsu makan sang predator.
“Mungkin karena di sini banyak makanan, ada kotoran ayam atau bangkai ayam dari kandang,” tutur Dede menjelaskan analisisnya.
Selain faktor makanan, kondisi geografis sungai di kawasan tersebut juga sangat mendukung sebagai habitat. Di area bawah pabrik es setempat, terdapat lubang-lubang alami dan leuwi (cekungan sungai yang dalam) yang diduga menjadi sarang atau tempat persembunyian favorit kawanan buaya tersebut.
Meski ancaman predator mengintai, aktivitas ekonomi warga di bantaran Sungai Cimandiri tidak sepenuhnya berhenti. Dede, misalnya, tetap menjalankan hobinya memancing ikan belanak demi memenuhi kebutuhan pangan, meski rasa waspada tetap ada.
“Kalau buat makan dapat ikan belanak lumayan. Takut sih kalau dekat, tapi kalau dia tidak mengganggu saya juga tidak takut,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga diimbau untuk tetap berhati-hati saat beraktivitas di sekitar aliran Sungai Cimandiri, terutama bagi mereka yang membawa hewan ternak atau anak kecil ke pinggir sungai.(FRA)
Editor : Fikri