| Setukpa Lemdiklat Polri di Jalan Bhayangkara, Kota Sukabumi (Sumber : Istimewa) |
Kegiatan lingkungan ini melibatkan sedikitnya 1.800 siswa Setukpa Lemdiklat Polri serta lebih dari 500 Aparatur Sipil Negara (ASN).
Selain sebagai bentuk perayaan, aksi ini bertujuan memicu kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan kota secara berkelanjutan.
Kepala Setukpa Lemdiklat Polri, Brigjen Pol Dirin, menegaskan bahwa kehadiran ribuan personel dalam aksi kebersihan ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi warga Sukabumi untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
“Semoga ini membawa manfaat bagi masyarakat, kita harus menjadi contoh, sehingga diharapkan nanti seterusnya masyarakat sama-sama menjaga kebersihan. Kota Sukabumi asri, aman, sehat dan rapi,” ujar Brigjen Pol Dirin saat diwawancarai pada Senin (30/3/2026).
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, turut menyampaikan apresiasinya. Menurutnya, kolaborasi ini semakin mempererat hubungan historis yang panjang antara Setukpa Polri dan pemerintah daerah dalam membangun Kota Sukabumi yang lebih baik.
Di tengah momentum aksi bersih-bersih tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi juga memaparkan sejumlah langkah strategis untuk mengatasi permasalahan sampah.
Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menjelaskan bahwa pemerintah tengah menjalankan skema penutupan Tempat Penampungan Sementara (TPS) secara bertahap untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertata.
Langkah pertama yang diambil adalah pengalihan sistem pembuangan. Setelah TPS ditutup, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan melakukan pengambilan sampah secara berkala di lokasi-lokasi yang telah disepakati bersama warga di tingkat kelurahan atau RW.
“Kita akan melaksanakan penutupan TPS secara berkala. Tapi saya bilang ke Kepala Dinas Lingkungan Hidup, pastikan masyarakat di kelurahan atau RW sudah janjian dengan DLH di mana pengambilan sampahnya, terus berapa kali dalam seminggu,” jelas Bobby diwawancarai di sela-sela kegiatannya pada Senin (30/3/2026).
Selain penataan sistem angkut, pemerintah juga fokus pada optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).
Targetnya, fasilitas ini mampu mengolah hingga 15 ton sampah setiap harinya. Langkah inovatif lainnya adalah menjajaki kerja sama dengan PT Semen Jawa dan PLTU Pelabuan Ratu untuk mengonversi sampah menjadi sumber bahan bakar alternatif.
Sebagai penutup, Bobby mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk mulai memilah sampah langsung dari rumah. Hal ini dinilai krusial guna menekan volume timbunan sampah yang masuk ke TPA Cikundul agar tidak melampaui kapasitas.(FRA)
Editor : Fikri