KLIKSUKABUMI.COM – Menjelang momentum arus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi mulai "tancap gas" untuk memastikan kelaikan armada angkutan jalan. Langkah konkret diambil melalui inspeksi keselamatan atau ramp check yang dipusatkan di kawasan strategis Exit Tol Parungkuda, Bocimi, pada Kamis (5/3/2026).
Kegiatan ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam menghadirkan ekosistem transportasi yang aman dan berkeselamatan bagi masyarakat yang akan pulang ke kampung halaman.
Pemeriksaan teknis ini merupakan bagian integral dari persiapan Operasi Ketupat Lodaya 2026.
Kepala Seksi Lalu Lintas Dishub Kabupaten Sukabumi, Yudi Nurhandi, mewakili Kepala Dinas Perhubungan Mubtadi Latip, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan upaya preventif sebelum lonjakan pemudik terjadi.
“Kegiatan ramp check ini adalah langkah preventif kami dalam rangka kesiapan angkutan Lebaran yang berkeselamatan. Kami ingin memastikan setiap kendaraan angkutan yang melintas memenuhi standar teknis yang ketat sebelum lonjakan pemudik terjadi," kata Yudi Nurhandi kepada Radar Sukabumi pada Minggu (8/3/2026).
Pantauan di lapangan menunjukkan sinergi yang kuat antara personel Dishub Kabupaten Sukabumi dan aparat Kepolisian.
Petugas menyisir satu per satu kendaraan angkutan dengan sangat teliti. Fokus pemeriksaan meliputi komponen vital kendaraan seperti sistem pengereman, fungsi lampu-lampu, kondisi fisik ban, hingga kelengkapan administrasi surat kendaraan.
Yudi menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan upaya penjaminan keselamatan secara menyeluruh bagi para pengguna jasa transportasi umum.
"Kami fokus pada jaminan keselamatan secara teknik dari kendaraan yang digunakan. Tidak ada toleransi bagi kendaraan yang secara teknis membahayakan nyawa penumpang," tegasnya.
Pemilihan Exit Tol Parungkuda didasari posisinya sebagai pintu masuk utama arus kendaraan dari arah Jakarta menuju wilayah Sukabumi. Melalui inspeksi dini ini, Dishub berharap risiko kecelakaan akibat faktor kerusakan kendaraan dapat ditekan seminimal mungkin.
"Harapan kami, dengan terselenggaranya kegiatan ini, masyarakat akan merasa lebih aman, nyaman, lancar, dan selamat saat melaksanakan perjalanan, baik pada arus mudik maupun arus balik nanti," tambah Yudi.
Menutup keterangannya, Dishub juga memberikan imbauan keras kepada para pengusaha otobus (PO) dan pengemudi untuk secara mandiri melakukan pengecekan rutin terhadap armadanya sebelum beroperasi.
“Keselamatan transportasi adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, operator, dan masyarakat pengguna jasa,” pungkasnya.(FRA)
Editor : Fikri