KLIKSUKABUMI.COM – Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Sukabumi memastikan ketersediaan pangan asal hewan dalam kondisi aman terkendali menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M.
Tidak hanya stok yang mencukupi, harga sejumlah komoditas utama seperti daging sapi, daging ayam, hingga telur di pasar-pasar tradisional terpantau stabil tanpa lonjakan yang mengkhawatirkan.
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, drh. Asep Kurnadi, menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan intensif di lapangan.
Pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengecekan di pasar hingga peninjauan langsung ke sumber peternakan unggas dan sapi.
"Alhamdulillah, untuk Kabupaten Sukabumi sampai saat ini stok pangan asal hewan menjelang Idul Fitri dalam posisi aman. Kami terus bergerak melakukan pemantauan agar masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan di pasar," ujar Asep, Selasa (10/03/2026).
Kesiapan 1.200 Ekor Sapi untuk Konsumsi Lebaran
Menghadapi lonjakan permintaan khas Lebaran, Disnak Kabupaten Sukabumi telah menyiapkan skenario pemotongan hewan yang terukur. Sedikitnya 1.200 ekor sapi telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.
Seluruh sapi tersebut nantinya akan diproses melalui Rumah Potong Hewan (RPH) resmi guna menjamin kualitas, kesehatan, dan kehalalan dagingnya.
Saat ini, harga daging sapi di pasar masih bertahan di kisaran Rp130.000 hingga Rp135.000 per kilogram.
Surplus Pasokan Telur dan Stabilitas Harga Ayam
Fenomena menarik justru terlihat pada komoditas unggas. Sebagai salah satu daerah penghasil terbesar, Kabupaten Sukabumi saat ini mengalami oversupply atau kelebihan pasokan, khususnya untuk telur ayam.
Hal ini memastikan bahwa kebutuhan warga lokal akan sangat tercukupi.
"Untuk telur, serapan di dalam Kabupaten Sukabumi sendiri hanya sekitar 40-50 persen. Sisanya, produk kita dipasarkan ke luar daerah. Ini menunjukkan bahwa produksi peternak lokal kita sangat produktif," jelas Asep.
Berdasarkan pantauan terkini, harga telur di pasar berada di kisaran Rp28.500 per kilogram, sementara harga daging ayam stabil di angka Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram.
Langkah Proaktif Cegah Penimbunan
Upaya Disnak ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Pemerintah Pusat untuk menjaga stabilitas stok dan harga pangan nasional.
Asep menegaskan bahwa pengawasan serta pembinaan kepada para peternak dan pedagang terus ditingkatkan guna mencegah praktik penimbunan atau lonjakan harga yang tidak wajar.
"Harapan kami di tahun 2026 ini, masyarakat Kabupaten Sukabumi bisa menikmati produk pangan asal hewan yang higienis, aman, dan tentunya dengan harga yang tetap terjangkau hingga hari kemenangan nanti," pungkasnya.(FRA)
Editor : Fikri