BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Ambang Krisis Ekonomi Global, Rupiah Melemah ke Level Rp16.900 per Dollar AS

Dampak Perang Membuat Krisis Ekonomi Global
KLIKSUKABUMI.COM – Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (AS) kembali menjadi sorotan utama pada pembukaan perdagangan awal pekan, Senin (9/3/2026). 

Mata uang Garuda terpantau berada di bawah tekanan hijau, bergerak mendekati level psikologis baru seiring dengan dinamika ekonomi global.

Berdasarkan data pasar valuta asing global pada Senin pagi, nilai tukar 1 Dollar AS (USD) diperdagangkan pada rentang Rp16.900 hingga Rp16.950. Posisi ini mengonfirmasi bahwa Rupiah masih mengalami tekanan yang cukup signifikan dibandingkan penutupan pekan sebelumnya.

Dalam kurun waktu satu minggu terakhir, pergerakan kurs USD terhadap Rupiah tercatat fluktuatif di kisaran Rp16.765 hingga Rp16.949. Meskipun pergerakan ini dinilai masih relatif stabil oleh sebagian pengamat, tren pelemahan tetap terlihat jelas di awal pekan perdagangan ini.

Gejolak di pasar global ini secara otomatis memengaruhi transaksi valuta asing di perbankan domestik, termasuk di Bank Central Asia (BCA) dan bank-bank besar lainnya di Indonesia. 

Masyarakat perlu mencermati bahwa setiap bank memiliki kebijakan kurs jual dan kurs beli yang berbeda-beda, tergantung pada kondisi pasar dan biaya transaksi masing-masing lembaga.

Pihak perbankan menyarankan nasabah untuk selalu mengecek kurs terbaru melalui aplikasi perbankan atau situs resmi bank sebelum melakukan transaksi pengiriman uang ke luar negeri atau penukaran valas.

Penguatan mata uang Paman Sam terhadap Rupiah dipicu oleh dua faktor fundamental:
Kebijakan Suku Bunga AS: Kebijakan moneter Amerika Serikat yang tetap agresif membuat nilai Dollar bertahan kuat di pasar internasional.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, investor lebih memilih untuk mengamankan aset mereka dalam bentuk Dollar AS dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya.

Respon Bank Indonesia

Menyikapi kondisi ini, Bank Indonesia (BI) terus memantau pergerakan nilai tukar secara ketat. Bank sentral melakukan berbagai langkah stabilisasi dan intervensi di pasar valuta asing untuk meredam volatilitas berlebih. 

Kebijakan ini diambil guna memastikan agar nilai tukar domestik tetap berada dalam koridor yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Bagi masyarakat dan pelaku usaha yang terlibat dalam transaksi internasional, sangat disarankan untuk terus memantau perkembangan kurs secara real-time guna menghindari risiko kerugian akibat fluktuasi nilai tukar yang masih berpotensi terjadi sepanjang hari ini.(FRA)


Editor : Fikri

Ambang Krisis Ekonomi Global, Rupiah Melemah ke Level Rp16.900 per Dollar AS
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin