KLIKSUKABUMI.COM – Bulan suci Ramadan selalu menghadirkan nuansa spiritual yang kental bagi umat Muslim di seluruh dunia. Salah satu ibadah yang paling dinanti adalah Salat Tarawih, ibadah sunnah muakkad yang menjadi ladang pahala eksklusif selama bulan puasa.
Meski menjadi rutinitas tahunan, masih banyak masyarakat yang kerap mencari kepastian mengenai tata cara, jumlah rakaat, hingga bacaan doa yang tepat agar ibadah terasa lebih khusyuk, baik dilakukan di masjid secara berjamaah maupun di rumah.
Mengenal Perbedaan Jumlah Rakaat
Dalam pelaksanaannya, terdapat keberagaman jumlah rakaat yang didasari pada ijtihad para ulama karena tidak ada hadits tunggal yang membatasi jumlah pastinya.
- Formasi 11 Rakaat: Terdiri dari 8 rakaat tarawih dan diakhiri dengan 3 rakaat witir.
- Formasi 23 Rakaat: Terdiri dari 20 rakaat tarawih dan diakhiri dengan 3 rakaat witir.
- Variasi Lain: Beberapa mazhab juga mempraktikkan 36 rakaat hingga jumlah lainnya. Perbedaan ini adalah rahmat dan umat Muslim bebas memilih sesuai kemampuan.
Bacaan Niat Salat Tarawih
Niat dilakukan di dalam hati sebelum melakukan takbiratul ihram. Berikut adalah pilihannya:
- Sebagai Imam: اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى (Ushalli sunnatat tarawihi rak’ataini mustaqbilal qiblati ada’an imaman lilahi ta’alaa)
- Sebagai Makmum: اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى (Ushalli sunnatat tarawihi rak’ataini mustaqbilal qiblati ada’an ma’muman lilahi ta’alaa)
- Shalat Sendiri (Munfarid): اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلهِ تَعَالَى (Ushalli sunnatat tarāwīhi rak’atayni mustaqbilal qiblati lillāhi ta’ala)
Langkah-Langkah Tata Cara Pelaksanaan
Secara teknis, gerakan salat tarawih sama dengan salat fardu maupun sunnah lainnya, yang dikerjakan setiap dua rakaat satu salam.
- Rakaat Pertama: Dimulai dari niat, takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah, surat pendek, hingga sujud kedua.
- Rakaat Kedua: Melakukan gerakan yang sama, kemudian diakhiri dengan duduk tasyahud akhir dan salam.
- Pengulangan: Ulangi pola dua rakaat tersebut hingga mencapai jumlah yang diinginkan (misal: 4 kali untuk 8 rakaat).
- Penutup: Dianjurkan membaca istighfar dan Doa Kamilin setelah seluruh rangkaian tarawih selesai.
Salat Witir: Penutup Ibadah Malam
Setelah tarawih, umat Muslim disunnahkan menutup malam dengan salat witir (ganjil), umumnya 3 rakaat.
Niat Salat Witir 3 Rakaat:
Usholli sunnatal witri tsalaatsa raka’aatin mustaqbilal qiblati lillahi ta’aala.
(Artinya: Saya niat salat sunnah witir tiga rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala).
Doa Setelah Salat Tarawih (Doa Kamilin)
Teks Arab:
أَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ، وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ، وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِي الْآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ، وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ، وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ، وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ، وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَبِحُوْرٍ عِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ، بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِيْنٍ مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ، وَحَسُنَ أُولٰئِكَ رَفِيْقًا، ذٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. أَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هٰذِهِ اللَّيْلَةِ الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِه وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
Teks Latin:
Allaahummaj‘alnaa bil iimaani kaamiliin, wa lil faraa-idhi mu-addiin, wa lish-shalaati haafizhiin, wa liz-zakaati faa‘iliin, wa limaa ‘indaka thaalibiin, wa li ‘afwika raajiin, wa bil hudaa mutamassikiin, wa ‘anil laghwi mu‘ridhiin, wa fid-dun-yaa zaahidiin, wa fil aakhirati raaghibiin, wa bil qadhaa-i raadhiin, wa lin-na‘maa-i syaakiriin, wa ‘alal balaa-i shaabiriin, wa tahta liwaa-i muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallam yaumal qiyaamati saa-iriin, wa ‘alal haudhi waaridiin, wa ilal jannati daakhiliin, wa minan-naari naajiin, wa ‘alaa sariiril karaamati qaa‘idiin, wa bihuurin ‘iin mutazawwijiin, wa min sundusin wa istabraqin wa diibaajin mutalabbisiin, wa min tha‘aamil jannati aakiliin, wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syaaribiin, bi akwaabin wa abaariiqa wa ka-sin min ma‘iin ma‘alladziina an‘amta ‘alaihim minan-nabiyyiina wash-shiddiiqiina wasy-syuhadaa-i wash-shaalihiin, wa hasuna ulaa-ika rafiiqaa, dzaalikal fadhlu minallaahi wa kafaa billaahi ‘aliimaa.
Allaahummaj‘alnaa fii haadzihil lailatish-syahrisy-syariifatil mubaarakati minas su‘adaa-il maqbuuliin, wa laa taj‘alnaa minal asyqiyaa-il marduudiin. Wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa aalihii wa shahbihii ajma‘iin, birahmatika yaa arhamar-raahimiin, wal hamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin.
Artinya:
"Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang teguh pada petunjuk, yang berpaling dari keramaian yang sia-sia, yang zuhud di dunia, yang menyukai akhirat, yang ridha dengan ketetapan-Mu, yang mensyukuri nikmat-nikmat-Mu, yang sabar atas cobaan-Mu."
"Dan kelak di hari kiamat kami berjalan di bawah panji Nabi Muhammad SAW, mendatangi telaga (Al-Kautsar), masuk ke dalam surga, selamat dari api neraka, duduk di atas dipan kehormatan, menikah dengan bidadari, mengenakan pakaian dari sutra tipis dan tebal, memakan makanan surga, meminum susu dan madu yang murni dengan gelas-gelas dan cerek-cerek serta piala yang berisi minuman dari mata air yang mengalir."
"(Bergabunglah kami) bersama orang-orang yang telah Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. Demikianlah anugerah dari Allah, dan cukuplah Allah Yang Maha Mengetahui."
"Ya Allah, jadikanlah kami pada malam bulan yang mulia dan diberkati ini termasuk orang-orang yang berbahagia dan diterima amalannya, dan janganlah Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang celaka dan ditolak amalannya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarga dan para sahabat beliau semuanya, dengan rahmat-Mu wahai Dzat yang paling penyayang di antara para penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam."