Petugas UPTD Disduk Capil Cibadak Lakukan Pengecekan Indentitas Korban Diduga Tertabrak Kereta (Foto: Istimewa)

KLIKSUKABUMI.COM - Seorang pejalan kaki tertemper KA Pangrango relasi Sukabumi–Bogor di KM 37+400/500, petak jalan antara Stasiun Cibadak–Parungkuda, Selasa (4/8/2026) pagi. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta kembali mewanti-wanti masyarakat akan bahaya beraktivitas di sekitarnya. Insiden tersebut melibatkan PLB 223A KA Pangrango dan terjadi sekitar pukul 05.47 WIB.


Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa begitu menerima laporan dari masinis, petugas KAI langsung bergerak cepat berkoordinasi dengan petugas Stasiun Parungkuda untuk mengamankan lokasi serta memeriksa kondisi rangkaian.


"Setelah dipastikan kondisi lokomotif dan rangkaian aman saat pemeriksaan di Stasiun Parungkuda, perjalanan KA Pangrango kembali dilanjutkan," kata Franoto dalam siaran persnya, Selasa (4/8/2026).


Akibat kejadian ini, perjalanan KA Pangrango sempat mengalami keterlambatan sekitar 3 menit. Sementara itu, identitas korban masih menunggu informasi resmi dari pihak berwenang.


Franoto menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta api maupun masyarakat adalah prioritas utama. Pihaknya mengimbau keras agar warga tidak melakukan kegiatan apa pun di sepanjang jalur rel.


“Kami menyampaikan keprihatinan atas kejadian ini sekaligus mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apa pun di jalur rel maupun ruang manfaat jalur kereta api. Jalur rel bukan area untuk berjalan kaki, beraktivitas, ataupun digunakan sebagai jalan pintas karena memiliki risiko yang sangat tinggi,” tegasnya.


Ia juga mengingatkan bahwa regulasi mengenai hal ini sudah tertuang jelas dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, yang menyebutkan jalur kereta merupakan kawasan terbatas hanya untuk operasional kereta.


Warga diharapkan tidak memasuki jalur rel tanpa kepentingan sah dan wajib menggunakan perlintasan resmi saat menyeberang.


"Dengan tidak beraktivitas di sekitar jalur rel dan selalu mengutamakan keselamatan, masyarakat turut berperan dalam menjaga kelancaran serta keselamatan perjalanan kereta api," tutur Franoto. (Red