| Wahana Keranjang Langit Melintasi Lembah di Suspension Bridge Situ Gunung, Kadudampit, Kabupaten Sukabumi (Sumber : Istimewa) |
KLIKSUKABUMI.COM – Pihak manajemen Suspension Bridge Situ Gunung memberikan klarifikasi tegas menyusul viralnya video insiden di wahana Keranjang Langit pada Minggu (14/6/2026) lalu. Insiden tersebut sempat memicu kepanikan setelah satu unit keranjang mendadak berhenti di tengah lintasan dan tersundul oleh keranjang lain dari arah belakang.
Menanggapi kekhawatiran publik, pengelola memastikan seluruh wisatawan dalam kondisi aman. Wahana ekstrem sepanjang 523 meter ini diklaim telah dilengkapi dengan sistem pengamanan ganda untuk meminimalisir risiko bagi pengunjung.
Video amatir berdurasi singkat yang merekam kejadian tersebut sempat ramai di media sosial. Abdul Rozak, saksi mata sekaligus perekam video, menceritakan momen menegangkan tersebut saat dirinya sedang melintas dari arah berlawanan.
"Saya naik keranjang langit dan saat saya sedang videoin terlihat ada satu keranjang yang berhenti di tengah-tengah. Selang beberapa menit, dari belakang ada keranjang lain yang melaju dan akhirnya menabrak keranjang yang depan," ungkap Abdul Rozak saat dikonfirmasi, Rabu (17/6/2026).
Abdul menambahkan, benturan ringan di atas ketinggian tersebut sempat membuat penumpang di dalam unit yang bermasalah merasa cemas. "(Wisatawan) agak panik," singkatnya.
Manager Operasional Suspension Bridge Situ Gunung, Usep Suherlan, menjelaskan bahwa insiden tersebut tidak mengakibatkan cedera apa pun pada penumpang. Menurutnya, rasa takut yang muncul lebih disebabkan oleh faktor psikologis ketinggian.
"Hasil dari kejadian kemarin, wisatawan yang tertabrak dengan kereta berikutnya itu baik-baik saja, tidak mengalami sesuatu apa pun. Hanya ketika ditanya, ya mungkin sedikit takut. Di wahana ketinggian ini memang banyak juga yang merasa takut," ujar Usep.
Ia membeberkan bahwa konstruksi wahana telah dirancang dengan standar keamanan ketat. Setiap unit ditopang oleh sistem proteksi berlapis, termasuk penggunaan dua jalur tali baja (seling) utama.
"Di atas, seling kami ada dua. Seling itu untuk pengamanan terakhir. Jadi, pahitnya sampai terjadi kendala pada keranjang pun, tidak akan jatuh langsung ke bawah karena sudah kami siapkan seling kedua untuk pengamanan," tegas Usep.
Selain itu, setiap unit juga telah dilengkapi dengan safety harness (sabuk pengaman) yang memiliki kapasitas beban hingga 300 kilogram, mengingat jalur wahana membentang di atas area ekstrem dengan kedalaman sungai mencapai 160 meter.
Penyebab Teknis dan Komitmen Evaluasi
Usep menjelaskan, insiden berhentinya keranjang dipicu oleh ketidaksengajaan pengunjung yang memutar alat pengatur kecepatan (potensio) di dalam unit, yang menyebabkan mesin mati mendadak.
Saat kejadian, posisi keranjang berada 50 meter sebelum garis finis. Keranjang di belakangnya yang sudah dilepas dengan jarak aman 150 meter otomatis mendekat dan mendorong unit tersebut hingga mencapai ujung lintasan sebagai bentuk evakuasi manual.
Meski wahana tetap beroperasi normal, pihak pengelola menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh agar insiden serupa tidak terulang di masa depan.
"Ini memang harus dievaluasi segala bentuk apa pun. Hal kecil, hal besar, semua kita harus evaluasi untuk menuju lebih baik lagi ke depannya," pungkas Usep.(FRA)
Editor : Fikri