Sukabumi Diguncang Gempa Magnitudo 2,9 akibat Sesar Aktif, Warga Ciambar dan Cibadak Rasakan Getaran
Tangkapan Layar Titik Episenter Gempa Bumi M2,9 Kamis (21/5/2026). (Sumber : BMKG)
KLIKSUKABUMI.COM — Wilayah Sukabumi, Jawa Barat dan sekitarnya diguncang gempabumi tektonik pada Kamis siang (21/5/2026) pukul 11:56 WIB. 

Berdasarkan data pemutakhiran dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini memiliki kekuatan magnitudo M 2,9.

Hasil analisis BMKG menunjukkan pusat gempa (episenter) berada di darat pada koordinat 6.87 LS dan 106.79 BT. Jaraknya sekitar 16 kilometer arah Barat Laut Kota Sukabumi dengan kedalaman pusat gempa (hiposenter) mencapai 15 kilometer.

Melihat lokasi pusat dan kedalamannya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal. Pemicunya adalah aktivitas sesar aktif di wilayah setempat.
Getaran gempa dilaporkan terasa di beberapa wilayah di Sukabumi dengan tingkat intensitas yang bervariasi.

Guncangan ini dilaporkan dirasakan oleh masyarakat di wilayah Ciambar Sukabumi dengan Skala Intensitas II hingga III MMI, di mana getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa seakan-akan ada truk berlalu. Efek serupa juga dirasakan oleh warga di wilayah Cibadak Sukabumi dengan Skala Intensitas III MMI yang membuat getaran terasa nyata di dalam rumah layaknya ada truk yang melintas.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar aktif Wilayah Setempat," ujar Kepala Balai Besar Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Tangerang, Dr. Hartanto, dalam laporan tertulisnya, Kamis (21/5/2026).  

Meski getaran sempat membuat warga di dalam rumah merasakan efek seperti truk melintas, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan atau fasilitas publik akibat dampak gempa tersebut.  

Selain itu, monitoring ketat yang dilakukan oleh pihak BMKG sesaat setelah kejadian menunjukkan kondisi yang relatif aman dan stabil.  

"Hingga pukul 12:16 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan," tambah Hartanto.  

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Pastikan untuk selalu memantau informasi resmi langsung dari kanal komunikasi BMKG.(FRA)




Editor : Fikri