Ilustrasi (Sumber : Istimewa)
KLIKSUKABUMI.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Jawa Barat merilis prakiraan cuaca terbaru untuk wilayah Sukabumi pada hari Selasa (28/4/2026). 

Berdasarkan laporan yang diperbarui pada pukul 06.00 WIB tersebut, warga di wilayah Kabupaten maupun Kota Sukabumi diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang cukup signifikan mulai siang hingga menjelang malam hari.

Mengawali pagi hari mulai pukul 07.00 hingga 13.00 WIB, wilayah Sukabumi diprediksi secara umum akan berada dalam kondisi berawan. 

Situasi ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk beraktivitas di luar ruangan dengan relatif aman. Namun, kondisi tersebut diperkirakan akan berubah drastis memasuki siang dan sore hari. 

Antara pukul 13.00 hingga 19.00 WIB, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprediksi akan mengguyur wilayah Kota Sukabumi. Sementara itu, untuk wilayah Kabupaten Sukabumi, intensitas hujan diperkirakan lebih tinggi, yakni berada pada kategori sedang hingga lebat.

Seiring memasuki waktu malam hingga dini hari, cuaca diprediksi akan kembali tenang dan didominasi oleh kondisi berawan di sebagian besar wilayah. 

Secara teknis, suhu udara pada hari ini akan bergerak pada kisaran 20 hingga 34 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan yang cukup tinggi, mencapai 55 hingga 95 persen. 

Kecepatan angin yang bertiup dari arah Timur Laut menuju Tenggara diprediksi cukup kencang, yakni berkisar antara 5 hingga 37 kilometer per jam.

Menanggapi kondisi tersebut, BMKG mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang yang mungkin terjadi antara siang hingga menjelang malam hari. 

Pengendara diimbau untuk selalu menyiapkan perlengkapan hujan dan menghindari berteduh di bawah pohon atau papan reklame guna menghindari risiko pohon tumbang akibat terjangan angin kencang. 

Seluruh informasi cuaca ini bersifat dinamis dan masyarakat dapat memantau perkembangan terkini melalui laman resmi BMKG.(FRA)



Editor : Fikri